Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gagal Bayar, KPEI Periksa BEBS dan Beberapa Sekuritas

KPEI telah memanggil dan memeriksa BEBS yang mengalami gagal bayar penyelesaian transaksi bursa pada pekan lalu.
KPEI telah memanggil dan memeriksa BEBS yang mengalami gagal bayar repo pada pekan lalu. /Istimewa
KPEI telah memanggil dan memeriksa BEBS yang mengalami gagal bayar repo pada pekan lalu. /Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) menuturkan telah memanggil dan memeriksa emiten milik Sultan Subang Asep Sulaeman, PT Berkah Beton Sadaya Tbk. (BEBS) akibat gagal bayar.

Direktur Utama KPEI Iding Pardi mengatakan pihaknya telah memanggil dan memeriksa BEBS yang mengalami gagal bayar tersebut pada pekan lalu. Menurutnya, pemeriksaan terhadap BEBS tersebut masih berlanjut sampai saat ini.

"Benar ada gagal bayar BEBS, untuk nominalnya tidak bisa kami sebutkan. Diprosesnya baru pekan lalu, masih berlanjut sampai sekarang, masih ada yang harus kami lakukan juga," kata Iding di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/1/2023).

Dia melanjutkan, KPEI melakukan pemeriksaan terhadap BEBS bersama dengan Bursa.

"Kami masih dalam tahap pemeriksaan bersama-sama dengan Bursa. Keputusannya masih belum tau, ditunggu saja nanti seperti apa," ucapnya.

Selain memanggil BEBS, KPEI juga memanggil beberapa Anggota Bursa (AB) yang terkait dengan gagal bayar ini. KPEI juga menuturkan masih mencari AB lain yang terkait dengan gagal bayar ini selain AB yang telah diperiksa.

"AB-nya juga sudah dipanggil, prosedurnya begitu. Kami panggil, bagaimana mereka bisa terjadi seperti itu. Sementara kami cari lagi, ada yang terkait apa enggak," ujar dia.

Sebagaimana diketahui, salah satu anggota bursa Royal Investium dengan kode broker LH disuspensi dan tidak diperkenankan untuk melakukan perdagangan efek. Hal tersebut akibat Royal Investium tidak memenuhi ketentuan nilai minimum yang dipersyaratkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper