Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Prodia (PRDA) Siapkan Capex Rp250 Miliar Kebut Bisnis Digital

PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) menyiapkan capital expenditure (capex) Rp200 miliar sampai Rp250 miliar untuk mengebut bisnis digital.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  15:49 WIB
Prodia (PRDA) Siapkan Capex Rp250 Miliar Kebut Bisnis Digital
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk Dewi Muliaty (kiri) bersama Komisaris Utama Andi Widjaja meninjau pameran foto penyandang penyakit langka, di sela-sela talkshow Bridging Health & Social Care 2019, di Jakarta, Kamis (14/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten laboratorium klinis PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) menyiapkan capital expenditure (capex) Rp200 miliar sampai Rp250 miliar untuk mengebut bisnis digital.

Direktur Utama Prodia Widyahusada Dewi Mulianty mengatakan alokasi belanja modal atau capex 2023 kurang lebih sama dengan 2022 yakni Rp200 miliar sampai Rp250 miliar. Capex akan digunakan untuk melanjutkan otomatisasi dan modernisasi fasilitas-fasilitas laboratorium sehingga lebih efisien.

“Kami harapkan 2023 pertumbuhan kinerja bisa kembali seperti sebelum pandemi yakni 9—10 persen atau bahkan lebih. Sektor kesehatan melanjutkan pertumbuhan karena awareness masyarakat juga meningkat,” katanya, Selasa (24/1/2022).

Menurutnya Prodia akan fokus mengembangkan layanan digital melalui anak usaha barunya PT Prodia Digital Indonesia (PRDI). Dewi Mulianty mengatakan Prodia memang tidak berencana menambah cabang baru dalam skala besar ke depannya. Hal ini lantaran cakupan cabang yang telah menjangkau seluruh provinsi. Di sisi lain, Prodia ingin fokus mengembangkan kanal digital melalui PRDI.

Sampai akhir 2022, Prodia Mengelola 152 cabang mandiri yang tersebar di 34 provinsi. Perseroan juga mengoperasikan layanan yang bekerja sama dengan beberapa rumah sakit sehingga outlet kumulatif mencapai 276 unit.

“Kami berencana menyiapkan dua outlet baru. Memang kami tidak mau terlalu ekspansif di penambahan outlet karena kami ingin memperbesar kanal digital. Kami melihat ke depan tidak akan banyak membuka cabang karena sudah terpenuhi di semua provinsi. Sementata itu dengan kanal digital, akses konsumen akan mudah,” kata Dewi di Jakarta, Selasa (24/1/2022).

Sebagai informasi, PRDA bersama induk usahanya PT Prodia Utama mendirikan anak usaha baru dengan total modal dasar senilai Rp1 triliun yakni PRDI.

PRDI bergerak di bidang aktivitas jasa informasi. PRDA memang tengah fokus mengembangkan layanan berbasis digital Prodia  beberapa tahun terakhir yang dirancang dengan memperhatikan customer journey dan patient-centric model.

Selain itu, Prodia juga selalu meningkatkan layanan Prodia Mobile Apps dan layanan hasil pemeriksaan daring (HPSL Online) sambil terus memberikan edukasi dan informasi melalui website dan berbagai media sosial.

Pemanfaatan digitalisasi diharapkan membantu menjangkau pelanggan yang lebih luas dan mendukung performa bisnis secara keseluruhan. Pada 2022, PRDA menargetkan kontribusi pendapatan dari layanan digital dan Home Service sebesar 16 persen sampai 18 persen.

Dewi menjelaskan kontribusi pasar digital tahun lalu berkisar di 11 persen sampai 12 persen. Kontribusi diharapkan meningkat pada 2023 seiring dengan penyempurnaan layanan dan inovasi yang disiapkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prodia prda capex prda
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top