Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prodia (PRDA) Bocorkan Rencana Pembagian Dividen Tahun Ini

PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) kembali akan menebar dividen dari raihan laba bersih pada 2022.
PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) kembali akan menebar dividen dari raihan laba bersih pada 2022. /Bisnis-Muhammad Ridwan
PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) kembali akan menebar dividen dari raihan laba bersih pada 2022. /Bisnis-Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten laboratorium klinis PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) memberi sinyal akan kembali membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya untuk tahun buku 2022, yang dibagikan pada 2023.

Direktur Utama Prodia Widyahusada Dewi Muliaty mengemukakan terdapat peluang dividend payout ratio (DPR) untuk tahun buku 2022 berada di kisaran 50—60 persen dari laba bersih. Pada tahun buku 2021, rasio pembagian dividen PRDA mencapai 60,01 persen dengan besaran mencapai Rp397,83 per saham.

“Saya rasa bisa sekitar 50—60 persen. Namun kami punya patokan minimal 30 persen dan major shareholder kita cukup baik jadi kami harapkan kalau memungkinkan kurang lebih sama dengan rekor pada tahun sebelumnya,” kata Dewi saat Media Gathering di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Optimisme ini disampaikan Dewi meskipun pendapatan PRDA Per September 2022 mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sampai akhir kuartal III/2022, Prodia mengantongi pendapatan sebesar Rp1,57 triliun, turun 20,62 persen dibandingkan dengan Januari—September 2021 yang mencapai Rp1,99 triliun.

Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan PRDA tercatat sebesar Rp275,19 miliar atau turun 46,15 persen dibandingkan periode yang sama di 2021 sebesar Rp511,08 miliar.

“Pembagian dividen merupakan wujud syukur kami terhadap kinerja yang kami capai. Di 2021 pertumbuhan kami lebih dari 40 persen,” tambah Dewi.

Torehan kinerja PRDA pada 2021 memang lebih tinggi dari rata-rata sebelum pandemi yang berkisar 9—10 persen. Sepanjang Januari—Desember 2021, Prodia mengantongi pendapatan sebesar Rp2,65 triliun atau naik 41,57 persen secara tahunan dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp1,87 triliun.

Sementara itu, laba tahun berjalan melesat 131 persen dari Rp268,74 miliar menjadi Rp621,62 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper