Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Emas Dunia Melemah, Terdorong Spekulasi The Fed Kerek Suku Bunga Lebih Tinggi

Kontrak emas untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok 28,30 dolar AS atau 1,56 persen menjadi ditutup pada 1.781,30 dolar AS.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  06:10 WIB
Harga Emas Dunia Melemah, Terdorong Spekulasi The Fed Kerek Suku Bunga Lebih Tinggi
Ilustrasi emas global - Pexels.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Senin (05/12/2022) memperpanjang penurunan untuk hari kedua secara berturut-turut. Emas kembali berada di bawah level psikologis 1.800 dolar AS, tertekan oleh greenback yang lebih kuat dan didorong oleh spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih tinggi daripada yang diproyeksikan baru-baru ini.

Mengutip Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok 28,30 dolar AS atau 1,56 persen menjadi ditutup pada 1.781,30 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan dalam rentang tertinggi sesi di 1.822,90 dolar AS dan terendah di 1.778,10 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 5,60 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.809,60 dolar AS pada Jumat pekan lalu (2/12/2022), setelah melonjak 55,3 atau 3,14 persen menjadi 1.815,20 dolar AS pada Kamis (1/12/2022), dan merosot 3,80 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.759,90 dolar AS pada Rabu (30/11/2022).

Penurunan harga emas seiring dengan penuatan dolar pada Senin (5/12/2022), terdorong oleh data yang menunjukkan bahwa aktivitas industri jasa-jasa AS secara tak terduga meningkat pada November. Hal ini mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih tinggi dari yang diperkirakan baru-baru ini.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, termasuk euro, yen dan pound sterling, naik 0,71 persen menjadi 105,2920 pada pukul 15.00 waktu setempat. Indeks dolar telah jatuh 1,40 persen minggu lalu, dan 5,0 persen sepanjang bulan November, menjadikan penurunan bulanan terburuk sejak 2010.

Selain sentimen di atas meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS semakin menambah tekanan terhadap emas.

Data ekonomi yang dirilis pada Senin (5/12/2022) juga menekan harga emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan baru AS untuk barang-barang manufaktur meningkat 1,0 persen pada Oktober setelah naik 0,3 persen pada September. Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dari kenaikan sebesar 0,7 persen yang diharapkan para ekonom.

Indeks jasa-jasa komposit dari Institute for Supply Management (ISM) meningkat menjadi 56,5 persen pada November, atau bertambah 2,1 poin dari 54,4 persen pada Oktober.

Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa-jasa AS Global S&P akhir yang disesuaikan secara musiman tercatat 46,2 pada November, turun dari 47,8 pada Oktober, tetapi secara umum sejalan dengan perkiraan 'flash' yang dirilis sebelumnya sebesar 46,1.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 83,3 sen atau 3,58 persen, menjadi ditutup pada 22,417 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari merosot 19,10 dolar AS atau 1,86 persen, menjadi ditutup pada 1.007,50 dolar AS per ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga emas dunia greenback harga emas comex emas berjangka Suku Bunga federal reserve
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top