Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Emas Dunia Turun 13,70 Dolar AS Terimbas Greenback yang Perkasa

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir 13,70 atau 0,78 persen menjadi ditutup pada 1.740,30 dolar AS
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 November 2022  |  06:55 WIB
Harga Emas Dunia Turun 13,70 Dolar AS Terimbas Greenback yang Perkasa
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas dunia merosot pada akhir perdagangan Senin (28/11/2022) menghentikan laju kenaikan tiga hari berturut-turut karena tertekan oleh greenback yang lebih kuat. Juga terimbas pelaku pasar yag masih wait and see menunggu lebih banyak sinyal tentang kebijakan moneter Federal Reserve dari data ekonomi utama Amerika Serikat minggu ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir 13,70 atau 0,78 persen menjadi ditutup pada 1.740,30 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.763,50 dolar AS dan terendah di 1.738,20 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 8,40 dolar AS atau 0,48 persen menjadi 1.754,00 dolar AS pada Jumat (25/11), setelah terdongkrak 5,70 dolar AS atau 0,33 persen menjadi 1.745,60 dolar AS pada Rabu (23/11), dan naik tipis 0,30 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.739,90 dolar AS pada Selasa (22/11).

Sebagai informasi Bursa Comex ditutup pada Kamis (24/11) untuk libur hari Thanksgiving.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,68 persen menjadi 106,6810. Dolar AS menguat mengantisipasi pidato dari beberapa pembicara Fed, termasuk Ketua Jerome Powell pekan ini.

Presiden Federal Reserve Bank of New YorkJohn Williams mengatakan dalam pidato pada Senin (28/11) di Economic Club of New York bahwa suku bunga perlu naik lebih lanjut dan tetap tinggi hingga tahun depan tetapi dapat diturunkan selama tahun 2024.

Williams memperkirakan pengangguran akan naik menjadi 4,5 persen hingga 5,0 persen pada akhir tahun depan dari 3,7 persen sekarang, dan inflasi melambat dari tingkat antara 5,0 persen hingga 5,5 persen pada akhir tahun menjadi 3,0 persen hingga 3,5 persen tahun depan.

Dalam sebuah wawancara dengan MarketWatch, Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan bahwa Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga sedikit lebih jauh dan kemudian menahannya di sana sepanjang tahun 2023 hingga 2024 untuk mengendalikan inflasi dan menurunkannya kembali ke target bank sentral AS 2,0 persen.

Investor juga menunggu rilis serangkaian data ekonomi AS minggu ini, termasuk pembacaan PDB kuartal ketiga pada Rabu (30/11), indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Kamis (1/12), dan data pekerjaan bulanan pada Jumat (2/12).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 51,5 sen atau 2,4 persen menjadi ditutup pada 20,915 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 11,50 dolar AS atau 1,16 persen menjadi ditutup pada 999,30 dolar AS per ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga emas dunia harga emas comex thanksgiving federal reserve data ekonomi as harga perak

Sumber : Antara

Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top