Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Melihat Kinerja POSA, Emiten Afiliasi Benny Tjokro yang Diancam Delisting

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan potensi terhadap emiten terafiliasi Benny Tjokrosaputro, yakni PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA).
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 27 November 2022  |  12:20 WIB
Melihat Kinerja POSA, Emiten Afiliasi Benny Tjokro yang Diancam Delisting
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan potensi terhadap emiten terafiliasi Benny Tjokrosaputro, yakni PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA) karena masa suspensi POSA telah mencapai 24 bulan. Di sisi lain, bagaimana kinerja POSA pada kuartal III/2022? 

POSA baru saja merilis laporan keuangan per 30 September 2022. Hasilnya adalah POSA membukukan pendapatan sebesar Rp44,22 miliar atau naik 10,66 persen dari Rp39,96 miliar.

Pendapatan POSA terdiri dari sewa dan hotel yang masing-masing nilainya mencapai Rp38,79 miliar, dan Rp5,42 miliar.

Jika dilihat lebih rinci, kontributor pendapatan terbesar POSA adalah iuran pengeloaan sebesar Rp13,47 miliar, sewa Rp12,59 miliar, dan utilitas Rp9,01 miliar. Dari sisi pertumbuhan, pendapatan dari sewa turun 8,58 persen, iuran pengelolaan naik 3,36 persen, dan utilitas naik 23,11 persen.

Sementara itu pendapatan dari segmen hotel naik signifikan baik dari kamar, maupun makanan dan minuman. Pendapatan kamar hotel naik 47,39 persen menjadi Rp4,24 miliar. Kemudian pendapatan makanan dan minuman meroket 278 persen menjadi Rp1,17 miliar.

POSA mencatatkan adanya kenaikan beban pokok pendapatan dari Rp39,96 miliar menjadi Rp44,22 miliar pada kuartal III/2022. Laba kotor POSA pun tercatat meningkat 96,28 persen menjadi Rp2,62 miliar.

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, POSA mencatatkan rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 12,3 persen menjadi Rp59,08 miliar. Pada kuartal III/2021, POSA mencatatkan rugi sebesar Rp67,37 miliar.

Sementara itu, total aset POSA turun 1,78 persen dari Rp908,41 miliar di akhir tahun 2021 menjadi Rp892,17 miliar pada kuartal III/2022. Di sisi lain, jumlah liabilitas meningkat 4,61 persen dari Rp925,01 miliar pada 31 Desember 2021 menjadi Rp967,71 pada 30 September 2022.

Kemudian kas dan setara kas akhir periode tercatat menurun 11,82 persen dari Rp14,98 miliar menjadi Rp13,21 miliar.

Menilik Peraturan Bursa No. I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, suatu emiten dapat mengalami delisting apabila mengalami suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. 

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat kami sampaikan bahwa saham PT Bliss Properti Indonesia Tbk (Perseroan) telah disuspensi di Seluruh Pasar selama 24 bulan,” tulis BEI dalam keterbukaan informasi dikutip Minggu (27/11/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

delisting Benny Tjokrosaputro bei
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top