Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Debut di Bursa Hari Ini, Saham Hijab Aa Gym (ZATA) Langsung ARA

Perdana melantai di Bursa Efek Indonesia, saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) langsung auto reject atas (ARA) dalam 10 menit perdagangan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 November 2022  |  09:40 WIB
Debut di Bursa Hari Ini, Saham Hijab Aa Gym (ZATA) Langsung ARA
Zata, elzatta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten busana muslim PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) atau Elcorps resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (10/11/2022) melalui initial public offering (IPO). Tidak lama setelah melantai, saham ZATA menyentuh auto reject atas (ARA) dalam 10 menit perdagangan.

Berdasarkan data RTI pukul 09.10 WIB, saham ZATA naik 35 persen menjadi Rp135 per saham, naik 35 poin dari harga IPO-nya Rp100. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 38,35 juta lembar dengan nilai Rp5,18 miliar. Frekuensi perdagangan saham ZATA mencapai 1.911 kali pada awal perdagangan dan kapitalisasi pasar Rp1,15 triliun.

Dalam IPO ini, ZATA menawarkan 1,7 miliar saham dengan harga Rp100 per saham. Dengan demikian, dana hasil penawaran umum yang dikumpulkan ZATA mencapai Rp170 miliar.

Direktur Utama Bersama Zatta Jaya Elidawati mengatakan pencatatan Elcorps sebagai perusahaan terbuka menjadi momentum strategis. Dia mencatat bahwa Elcorps menjadi ritel fesyen muslim pertama yang melantai di Bursa.

“IPO ini menjadi momentum bagi kami untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola dengan sistem terbuka yang lebih baik yang akan menjadi nilai tambah bagi para stakeholders,” kata Elidawati dalam sambutan dalam upacara pencatatan perdana, Kamis (10/11/2022).

Berdiri sejak 2012, Elcorps saat ini memiliki dua anak usaha di bidang ritel fesyen muslim yang memperdagangkan produk merek Elzatta dan Dauky. Elidawati berharap bakal lebih banyak perusahaan di bisnis fesyen muslim yang mencatatkan sahamnya di BEI.

ZATA berencana menggunakan sekitar 5,91 persen dana hasil penawaran umum untuk membayar seluruh kewajiban keuangan ZATA dengan fasilitas kredit modal kerja pinjaman tetap reguler revolving dengan PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO).

Lalu, sekitar 7,49 persen akan digunakan untuk membayar seluruh kewajiban fasilitas kredit modal kerja pinjaman tetap angsuran non-revolving dengan AGRO.

Sekitar 17,38 persen akan digunakan untuk penyetoran modal kerja kepada PT Bersama Dauky Mulya, yang selanjutnya sebanyak 6,34 persen untuk penyewaan toko baru, 3,8 persen untuk renovasi 7 toko baru, dan 7,24 persen untuk modal kerja.

Kemudian sisanya sekitar 69,22 persen akan disetor sebagai modal kepada PT Bersama Zatta Mulya di mana sebanyak 23,53 persen digunakan untuk penyewaan toko baru, 14,12 persen untuk renovasi sebanyak 26 toko baru, dan sisanya untuk modal kerja.

Sepanjang semester I/2022, ZATA membukukan penjualan bersih sebesar Rp143,26 miliar, naik 23,34 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp116,14 miliar. Per Juni 2022, ZATA mengantongi laba sebesar Rp7,61 miliar, naik 406,18 persen dibandingkan dengan Rp1,50 miliar pada semester I/2021.

Sebelum melantai di bursa, ZATA dikendalikan oleh PT Lembur Sadaya Investama (LSI) yang menguasai sebanyak 91,2 persen saham, kemudian Elidawati sebanyak 5,7 persen, Sukaesih 1,3 persen, Henda Roshenda Noor 0,9 persen, dan Eva Hanura Luziani 0,9 persen.

LSI dimiliki oleh Asep Sulaeman Sabanda dan Fina Nuryanti melalui PT Sabanda Karunia Lestari. Asep Sulaeman Sabanda merupakan pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Al-Ihya di Subang, Jawa Barat.

Sebelumnya, Asep sudah membawa salah satu perusahaannya yang bergerak di bidang pengolahan kelapa dan produk turunannya, PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Desember 2021. Asep mengendalikan IPPE melalui LSI.

Adapun nama Aa Gym atau Abdullah Gymnastiar mengemuka karena statusnya sebagai komisaris independen ZATA. Dia ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut pada 4 Agustus 2022 untuk masa jabatan selama lima tahun sampai dengan rapat umum pemegang saham tahunan tahun buku 2027.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ZATA ipo
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top