Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IPO Puri Sentul Permai (KDTN) Jaring 4.435 Investor

PT Puri Sentul permai Tbk. (KDTN) mencatat 4.435 investor yang ikut dalam penawaran awal saham IPO KDTN.
PT Puri Sentul permai Tbk. (KDTN) mencatat 4.435 investor yang ikut dalam penawaran awal saham IPO KDTN. Bisnis/Himawan L Nugraha
PT Puri Sentul permai Tbk. (KDTN) mencatat 4.435 investor yang ikut dalam penawaran awal saham IPO KDTN. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Puri Sentul Permai Tbk. (KDTN) berhasil mengumpulkan potensi dana Rp37,5 miliar pada pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan menawarkan Rp150 per lembar saham.

Komisaris Utama Puri Sentul Permai Au Bintoro menyebutkan hingga akhir masa penawaran awal saham pada 20 hingga 26 Oktober 2022, KDTN berhasi menjaring dana masyarakat sebesar Rp17,5 miliar dengan skema Fixed allotment.

IPO KDTN dibagi menjadi dua yaitu fix allotment sebesar Rp17,5 miliar dan pooling allotment sebesar Rp20 miliar.

“Hingga masa penawawaran awal, jatah fix allotment sudah habis. Selanjutnya untuk pooling akan dilakukan penjatahan setelah penawaran umum pada 1 hingga 7 November mendatang,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (29/10/2022).

Lebih lanjut, Pendiri Olympic grup itu juga mengklaim saham IPO KDTN menjadi favorit masyarakat. Animo Masyarakat terlihat dari tercatatnya 4.435 investor yang ikut dalam penawaran awal.

“Investasi ini (pengembangan transit hotel) menarik karena kami melirik duluan dibanding perseroan lain,” jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan perspektus awal KDTN, sekitar 86,56 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk pembangunan lima outlet K8 Xpress Hotel baru yang akan dibangun di rest area yang berbeda. Setiap outlet akan memiliki sekitar 12 kamar dan dilengkapi sampai dengan dua fasilitas ruang pertemuan.

Kemudian sekitar 5,97 persen akan digunakan untuk pembangunan dua suite room di Kedaton 8 – Family Hotel yang pembangunannya direncanakan akan selesai pada kuartal keempat 2022.

Selanjutnya sekitar 2,99 persen akan digunakan untuk pembiayaan pengembangan Management system & Information, Communication and Technologies (ICT) untuk pengembangan aplikasi self check-in untuk 5 (lima) lokasi K8 Xpress Hotel yang akan dibangun di rest area baru yang berbeda dan pengembangan sistem IT yang ada di Kedaton 8 Family Hotel di Sentul.

“Sekitar 4,48 persen akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja seperti penyediaan perlengkapan kebutuhan hotel, biaya marketing dan promosi, biaya penyelenggaraan pelatihan maupun operasional kantor pada lima hotel Kedaton 8 Xpress baru yang akan dibangun di rest area yang berbeda,” tulis manajemen dalam prospektus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper