Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Usai Akuisisi Tol, Emiten Grup Salim (META) Masih Butuh Dana Rp9 Triliun

Pendanaan untuk sejumlah proyek Nusantara Infrastructure (META) diperkirakan masih cukup tinggi atau dapat melebihi Rp9 triliun.
Manajemen PT Nusantara Infrastructure Tbk. usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada 11 Mei 2022 di Gedung Equity, SCBD, Jakarta secara hybrid (online dan offline)
Manajemen PT Nusantara Infrastructure Tbk. usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada 11 Mei 2022 di Gedung Equity, SCBD, Jakarta secara hybrid (online dan offline)

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten jalan tol grup Salim, PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) membutuhkan anggaran hingga Rp9 triliun untuk melaksanakan aksi korporasinya dalam 5 tahun mendatang.

Chief Operating Officer Nusantara Infrastructure Danni Hasan menerangkan pendanaan untuk sejumlah proyek masih cukup tinggi dapat melebihi Rp9 triliun.

"Setiap sektor dapat proyek baru, bisa lebih dari Rp9 triliun, tidak jatuh di waktu sama. Namun, tidak pakai pendanaan ekuitas, ada yang pakai kas internal, ada yang menggunakan obligasi," jelasnya dalam media briefing, Kamis (27/10/2022).

Emiten bersandi META ini memiliki tiga lini bisnis utama, yakni jalan tol, pengadaan air bersih, dan energi baru terbarukan (EBT).

Dia menjelaskan dari lini bisnis tol, META tengah mengerjakan pengembangan jalan tol BSD yang membuat perseroan mendapatkan tambahan konsesi 12 tahun hingga 2040. Pengembangan tersebut melalui mitigasi banjir yang terjadi di jalan tol BSD dan peningkatan keselamatan jalur dari Jakarta Outer Ring Road 2, serta memuluskan arus dari Kunciran-Serpong dan Cinere-Serpong.

Pengembangan berikutnya, akses strategis untuk jalan tol di Makassar menuju Makassar New Port melalui jalur elevated.

Terakhir rencana pembangunan baru jalan tol JORR elevated yang masih ditenderkan oleh Kementerian PUPR. Jalan tol baru ini akan terbentang sepanjang 21,5 km dengan tiga sambungan utama dari Ulujami, Jagorawi, dan Jatiasih.

"Jalan tol BSD ada pengembangan, akses ke Makassar new port, tambah lagi akuisisi tol layang Jakarta-Cikampek Rp4,3 triliun. Untuk JORR Elevated sementara masih punya fasilitas dari perbankan berlaku 18 bulan ke depan sudah secure pendanaan tadi, yang lain lagi persiapan, baik di Sulawesi portofolio [jalan tol Makassar] switch 50 persen ke obligasi dan tol BSD juga," jelasnya.

Untuk sejumlah proyek greenfield yang pada fase persiapan tahun depan, akan memulai tender kontraktor dengan dana dari fasilitas perbankan Rp3,6 triliun. Pencarian dana ini bisa dipecah dalam 3-4 tahun ke depan.

Dia melanjutkan proyek air bersih di Medan juga baru saja mendapatkan kesepakatan peningkatan kapasitas dari 150.000 kubik m3 per bulan menjadi 400.000 m3 per bulan. Di ekspansi sektor energi terbarukan (EBT) ada penambahan dari 10 sampai dengan 15 megawatt.

Direktur Nusantara Infrastructure Ridwan Irawan menerangkan kebutuhan belanja modal tidak dilaksanakan dalam satu tahun saja melainkan dalam jangka panjang antara 5-10 tahun.

"Kalau 5 tahun mendatang sudah jadi konsumsi publik NI mau kerjakan JORR elevated, nilainya puluhan triliun, butuh lebih dari Rp9 triliun. Biaya proyek besar, ini habis tak setahun tapi 5 tahun, untuk jalan tol dan renewable energi," paparnya.

Direktur Utama Nusantara Infrastructure Muhammad Ramdani Basri menjelaskan akuisisi tol layang Jakarta-Cikampek Mohamed Bin Zayed senilai Rp4,3 triliun masih membutuhkan pembiayaan ke depan.

"Selain itu, persiapan seandainya proyek jadi dijalankan di tol layang JORR Cikunir-Ulujami butuh ekuitas besar Rp3,8 triliun. Ada juga program sedang berjalan saat ini, yaitu Makassar New Port, ada lagi jalan tol BSD sedang dalam pembangunan," urainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper