Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sudah Registrasi OJK dan Tunggu PP PMN, Waskita (WSKT) Yakin Rights Issue Laris

Waskita tengah menyiapkan rencana rights issue dengan target dana Rp3,9 triliun yang bersumber dari PMN dan publik.
Warga melintas di dekat logo PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) di Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis/Suselo Jati
Warga melintas di dekat logo PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) di Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN karya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) optimistis rencana rights issue perseroan dapat diserap pasar. Saat ini, Waskita masih menunggu keluarnya PP PMN dalam waktu dekat.

SVP Corporate Secretary Waskita Karya Novianto Ari Nugroho menerangkan sedang menunggu proses keluarnya PP penyertaan modal negara (PMN) keluar. Namun, secara paralel saat ini juga emiten berkode WSKT ini sedang mempersiapkan proses registrasi I OJK.

Waskita tengah menyiapkan rencana rights issue dengan target dana Rp3,9 triliun yang bersumber dari suntikan negara sebagai pemegang saham pengendali sebesar Rp3 triliun, sementara dari publik sebesar Rp980 miliar.

"Prospek cukup optimistis mengingat kondisi fundamental Waskita yang sudah mulai perlahan membaik, keberhasilan atas beberapa aksi korporasi yang telah dijalankan," jelasnya kepada Bisnis, Selasa (4/10/2022).

Kemudian, kondisi Waskita saat ini didukung penuh oleh pemerintah melalui PMN, pemberian penjaminan obligasi & KMK.

Selain itu, sentimen sektor infrastruktur yang mulai pulih seiring dengan berjalannya proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan kuartal IV/2022 yang mulai banyak pengumuman pemenang tender baru.

"Kondisi Waskita yang tidak terpengaruh akan kenaikan Suku bunga karena perjanjian MRA atau masa restrukturisasi menggunakan bunga tetap atau fix rate sampai dengan masa restrukturisasi berakhir," terangnya.

Dari segi waktu pelaksanaan, WSKT juga diusahakan agar prosesnya selesai sebelum musim liburan atau akhir tahun sehingga kegiatan pasar modal masih cukup relatif aktif.

WSKT juga baru saja mendapatkan persetujuan atas aksi korporasi Rights Issue dan penerbitan Obligasi/Sukuk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (26/9/2022).

Persetujuan tersebut tertuang dalam agenda pertama, Perseroan telah memperoleh persetujuan Penambahan Modal melalui right issue dengan menerbitkan saham baru hingga 8.722.695.331 saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham melalui mekanisme penawaran umum terbatas III.

Pada agenda kedua, Perseroan juga mendapatkan persetujuan penerbitan obligasi dan sukuk melalui penawaran umum maupun tanpa penawaran umum atau penawaran umum berkelanjutan dengan penjaminan yang diberikan untuk dan atas nama Pemerintah, baik secara langsung maupun melalui badan usaha yang ditunjuk sebagai penjamin.

Hal ini dalam rangka memenuhi persyaratan Penjaminan Pemerintah sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 211/PMK.08/2020 tentang Tata Cara Pemberian Penjaminan Pemerintah untuk Badan Usaha Milik Negara Dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Novianto menyampaikan pada 2022 Waskita akan mendapatkan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun, guna menjaga komposisi kepemilikan saham antara Pemerintah dan Publik setelah diterimanya PMN, Waskita melaksanakan rights issue dengan target perolehan sebesar Rp980 miliar.

“Dana PMN sebesar Rp3 triliun akan digunakan untuk menyelesaikan 2 ruas tol yaitu, Ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPB) Tahap 2 dan Ruas Tol Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3, sementara target perolehan dana right issue Rp980 miliar, rencananya akan digunakan untuk tambahan modal kerja proyek infrastruktur strategis lainnya yang sedang dikerjakan oleh Waskita.” ujarnya, Senin (26/9/2022).

Diketahui, ruas Tol KAPB Tahap 2 masih membutuhkan dana untuk menyelesaikan pembangunan sebesar Rp2 triliun dan saat ini progres pembangunannya telah mencapai 72,02 persen dan ditargetkan akan selesai pada November 2023.

Sementara itu, ruas Tol Ciawi – Sukabumi membutuhkan dana sebesar Rp1 triliun untuk memulai pembangunan Seksi 3, dan secara keseluruhan progress pembangunan telah mencapai 46,21 persen dengan target selesai pada Mei 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper