Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Lesu Akibat Rupiah Tembus Rp15.000, Saham Bank Merah

IHSG turun 0,59 persen atau 42,46 poin menjadi 7.154,48 pada akhir sesi I akibat anjloknya rupiah jelang kenaikan suku bunga The Fed.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada sesi I perdagangan Rabu (21/9/2022) seiring dengan penurunan saham bank jumbo jelang kenaikan suku bunga The Fed dan pelemahan rupiah ke Rp15.000 per dolar AS.

IHSG turun 0,59 persen atau 42,46 poin menjadi 7.154,48 pada akhir sesi I. Sepanjang pagi ini, IHSG bergerak di rentang 7.134,78-7.204,9.

Sejumlah saham bank jumbo seperti BBCA turun 0,88 persen, BMRI 0,27 persen, dan BBNI 1,11 persen. Namun, saham BBRI stagnan di posisi Rp4.490.

Di sisi lain, saham BUMI dan BBRI menjadi yang paling banyak ditransaksikan pagi ini senilai Rp823,8 miliar dan Rp309 miliar. Saham BUMI turun 5,36 persen ke Rp159.

Rupiah melemah 29 poin atau 0,19 persen menjadi Rp15.012,5 per dolar AS pukul 11.30 WIB. Rupiah melemah bersama mata uang Asia lainnya saat indeks dolar AS naik 0,05 persen ke 110,268.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang dalam riset hariannya pergerakan IHSG hari ini dibayangi sentimen negatif global terutama terkait dengan kenaikan suku bunga Amerika Serikat oleh The Fed pada minggu ini.

Edwin menjelaskan, kekhawatiran terhadap The Fed akan menaikkan suku bunga sekitar 100 basis poin (bps) menjadi faktor Indeks DJIA terjungkal semalam sebesar 1,01 persen.

Mengikuti turunnya EIDO sebesar 1,30 persen meski IHSG pada perdagangan kemarin ditutup naik tipis.

Selain itu dia mengungkapkan harga beberapa komoditas terpantau jatuh, diantaranya minyak mentah yang turun 1,80 persen, emas turun 0,69 persen, dan timah turun 0,91 persen.

“Dan naiknya yield Obligasi AS tenor 10 tahun ke level 3.569 persen berpeluang menjadi sentimen negatif bagi perdagangan Rabu ini,” tulis Edwin dalam riset hariannya, Rabu (21/9/2022).

Sementara itu, di dalam negeri pelaku pasar juga tengah keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan (7DRR) yang diperkirakan juga mengalami kenaikan.

Berdasarkan sentimen yang ada, Edwin pun memprediksi IHSG hari ini akan bergerak di rentang 7.145 - 7.237, dan rupiah di rentang Rp14.955 - Rp15.000 per dolar AS.Adapun IHSG ditutup menguat tipis pada perdagangan sebelumnya, Selasa (20/9/2022) dengan naik 0,02 persen atau 1,46 poin ke level 7.196,95. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 7.186,25 - 7.252,19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper