Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Apa Itu IHSG? Ini Fungsi, Istilah dan Faktor yang Mempengaruhinya

IHSG adalah indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Simak penjelasan lengkapnya.
Hana Fathina
Hana Fathina - Bisnis.com 17 Oktober 2022  |  13:46 WIB
Apa Itu IHSG? Ini Fungsi, Istilah dan Faktor yang Mempengaruhinya
Simak arti IHSG dan faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - IHSG adalah indeks Harga Saham Gabungan. Arti luas nya IHSG adalah Indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG saat ini lebih dikenal dengan nama IDX Composite. 

IHSG merupakan indikator pergerakan saham yang tercatat di bursa dengan menggunakan semua emiten yang tercatat sebagai komponen perhitungan indeks. Dikutip dari laman idx.co.id, IHSG adalah indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di papan utama dan Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI). 

IHSG dihitung dengan menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa atau Market Value Weighted Average Index. Data yang dihitung setiap hari bursa yaitu Senin hingga jumat pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, sehingga menghasilkan data yang update. 

Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang IHSG yang sudah dilansir dari berbagai sumber:

1. Cara kerja IHSG

Cara kerja indeks ini bisa kamu lihat dari posisi grafiknya yang naik dan turun. Kinerjanya dapat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, pemberitaan di media, faktor internal dan faktor eksternal dari perusahaan. Kondisi internal yang berpengaruh terhadap indeks adalah cashflow perusahaan dan kondisi eksternal contohnya adalah kebijakan dari pemerintah. 

2. Fungsi IHSG

a. Tolak ukur portofolio investasi

Kamu bisa menjadikan IHSG sebagai salah satu tolak ukur pertumbuhan portofolio investasi kamu di reksa dana saham dan saham. Seperti kamu sudah berinvestasi reksa dana saham selama 5 tahun dan kinerja IHSG selama 5 tahun terakhir misalnya 70 persen. 

Jika pertumbuhan aset investasi kamu kurang dari angka pertumbuhan indeks acuan selama 5 tahun, artinya kamu perlu mengevaluasi portofolio investasi kamu dan Menyusun kembali investasi yang tepat. 

b. Penanda pergerakan pasar

Indeks ini menjadi salah satu patokan terpercaya untuk melihat kondisi pasar terkini. Jika naik, berarti rata-rata harga saham di bursa juga mengalami kenaikan. Sebaliknya jika turun berarti rata-rata harga saham di bursa sedang turun. Namun, kamu perlu ingat jika IHSG adalah harga saham rata-rata saja, karena bisa saja ada harga saham yang naik Ketika indeks sedang turun. 

3. Istilah dalam IHSG

a. Bubble

Bubble merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menyebut kenaikan harga saham secara tiba-tiba dan sangat tinggi. Fenomena ini umum terjadi Ketika investor berspekulasi mengenai profitabilitas saham tertentu. 

b. Fluktuasi

Dalam dunia investasi, fluktuasi adalah kondisi naik dan turunnya harga saham secara kolektif di pasar modal. Kenaikan dan penurunan harga biasanya terjadi secara singkat, namun dalam situasi yang masih krisis, jangka waktunya menjadi lebih Panjang. 

c. Portofolio

Portofolio merupakan laporan kinerja saham, mulai dari naik turunnya harga hingga tren permintaannya dalam periode tertentu. Harga saham IHSG ditentukan dari banyak portofolio saham sekaligus dalam satu waktu pelaporan. 

d. Likuiditas

Likuiditas adalah salah satu aspek yang berpengaruh dalam menentukan harga pada indeks saham. Jika likuiditas investasi di bursa tinggi, biasanya tren grafik IHSG juga akan mengalami kenaikan.

4. Faktor yang mempengaruhi IHSG

a. Fundamental perusahaan

Secara teori seharusnya harga saham berhubungan dengan fundamental perusahaan, di mana Ketika kinerja kerja perusahaan naik, maka harga saham juga naik dan berdampak pada IHSG. Tetapi pada kenyataannya, di pasar modal harga saham tidak selalu berjalan sesuai dengan teori tersebut. 

b. Kebijakan pemerintah

Ketika pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan atau regulasi yang nantinya berdampak pada kinerja emiten ke depannya, seperti lelang jaringan 5G yang diikuti emiten telekomunikasi. 

c. Persepsi pelaku pasar

Persepsi pelaku pasar atau investor berbeda dengan fundamental perusahaan, di mana ini merupakan reaksi pelaku pasar Ketika melihat aksi korporasi atau pengumuman yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan terbuka. 

d. Makro ekonomi

Faktor ini menjadi salah satu faktor terpenting mengingat kondisi inflasi dan suku bunga di Indonesia fluktuatif dan cenderung tinggi, sehingga akan mempengaruhi keputusan investor untuk menanamkan modalnya. 

Sama juga dengan nilai tukar, di mana Indonesia adalah negara yang termasuk kecil dalam lingkup keuangan Internasional, sehingga besar kecilnya nilai tukar sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. 

Itulah beberapa penjelasan tentang IHSG yang perlu kamu tahu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham pasar modal bei
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top