Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Sentuh Rp15.000, Saham BBRI Hingga ICBP yang Layak Koleksi

Saham BBRI dan ICBP masuk rekomendasi analis kala rupiah menyentuh Rp15.000 di tengah volatilitas pasar menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Saham BBRI dan ICBP masih masuk dalam daftar rekomendasi analis kala rupiah menyentuh Rp15.000 di tengah volatilitas pasar menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia maupun The Fed.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus menyebutkan kenaikan suku bunga The Fed bakal memperkuat nilai tukar dolar AS, termasuk ke rupiah. Suku bunga yang lebih tinggi di negeri Paman Sam akan mendorong investor untuk memboyong dananya kembali ke AS.

“Dalam situasi rupiah melemah, emiten-emiten yang berorientasi ekspor akan diuntungkan. Sebaliknya emiten dengan aktivitas bisnis yang mengandalkan impor akan menanggung rugi risiko kenaikan biaya,” kata Nico, Rabu (21/9/2022).

Meski demikian, dia berpendapat fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat bakal membuat pasar domestik tetap menarik untuk berinvestasi.

“Kondisi fundamental ekonomi lah yang membantu Indonesia melewati ketidakpastian global saat ini,” katanya.

Meski sektor perbankan menjadi salah satu lini usaha yang akan terimbas kenaikan suku bunga, Nico mengatakan sejumlah saham tetap layak dikoleksi investor. Di antaranya adalah BBRI dengan target harga 5.400 dan BMRI dengan target harga 10.250. Selanjutnya, saham dari sektor infrastruktur yang direkomendasikan Pilarmas Investindo mencakup JSMR dengan target harga 5.050 dan TLKM di target harga 5.200.

Dari sektor energi, jejeran saham yang direkomendasikan mencakup ADRO dengan target harga 4.350, PTBA di target harga 4.400, dan MEDC dengan target harga 1.300. Sementara itu, saham-saham dari sektor konsumer primer yang menjadi pilihan Pilarmas mencakup ICBP dengan target harga 11.000, INDF dengan target 8.500, dan CPIN di target harga 6.500.

Sementara itu, sehari menjelang pengumuman RDG Bank Indonesia, IHSG ditutup melemah 0,12 persen atau turun 8,63 poin ke posisi 7.188,31 pada akhir perdagangan. Sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 7.134,78—7.204,90.

Pelemahan IHSG terutama disebabkan oleh turunnya indeks sektor properti sebesar 1,47 persen, kemudian disusul infrastruktur sebesar 1,14 persen. Sektor energi juga turun 0,52 persen dan transportasi terkoreksi 0,34 persen.

Sementara itu, sektor yang menguat mencakup sektor teknologi sebesar 0,75 persen, konsumer non-cyclical sebesar 0,17 persen, dan finansial naik 0,08 persen. Sektor kesehatan juga menguat tipis 0,01 persen pada perdagangan hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper