Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bumi Resources 3 Kali Tukar OWK dalam 4 Bulan, Tambah Private Placement Rp24 Triliun

Hanya dalam 4 bulan, BUMI menyelesaikan 2 private placement dalam rangka menukar OWK, 1 rencana private placement jumbo, dan 1 rencana konversi OWK kembali.
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources./bumiresources.com
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources./bumiresources.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten batu bara Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terpantau cukup sering melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sejak akhir Juni hingga September 2022. 

Pada 30 Juni 2022, BUMI tercatat melaporkan PMTHMETD yang kemudian dilaksanakan pada 7 Juli 2022. Dari private placement tersebut, BUMI menerbitkan 6.074.374.642 saham seri C dengan nilai nominal Rp50 per saham dengan konversi OWK. Dalam private placement ini seluruh saham yang diterbitkan diambil oleh Innovate Capital Pte Ltd.

Selanjutnya, pada 11 Agustus 2022, BUMI kembali melaporkan konversi OWK yang kemudian dilaksanakan pada 19 Agustus 2022. Dalam konversi OWK ini, BUMI menerbitkan 5.101.889.506 saham seri C dengan nilai nominal Rp50 yang juga diambil sepenuhnya oleh Innovate Capital Pte Ltd.

Ketiga, pada 2 September 2022, BUMI berencana menerbitkan sebanyak 200 miliar saham Seri C baru dengan harga Rp120, sehingga dana yang diraih diharapkan dapat mencapai Rp24 triliun.

Penerbitan saham baru tersebut akan terdaftar mulai 16 September 2022 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun, dana dari aksi korporasi ini akan digunakan BUMI untuk membayar utang PKPU dan juga memperkual modal kerja yang saat ini di posisi negatif terhadap total aset sudah melebihi 80 persen.

Jumlah utang PKPU per 30 Juni 2022 sebesar US$1,79 miliar dan saldo Utang PKPU setelah jadwal pembayaran pada 12 Juli 2022 sebesar US$1,72 miliar setelah adanya penambahan dari kapitalisasi bunga sebesar US$47,2 juta dan pengurangan dari pembayaran sebagian utang PKPU sebesar US$ 115,27 juta dengan menggunakan kas internal perseroan dengan kurs yang disepakati Rp15.000 per dolar AS.

Selanjutnya jumlah utang PKPU pada saat rencana pelaksanaan PMTHMETD diproyeksikan menjadi US$1,54 miliar karena adanya penambahan dari porsi bunga terutang yang diproyeksikan sampai 17 Oktober 2022 sebesar US$36,42 juta dan pengurangan dari rencana pembayaran sebagian utang PKPU sebesar US$220,96 juta menggunakan kas internal perseroan.

Meski belum jelas siapa pembeli siaganya, BUMI menyebutkan pemodal memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, yang merupakan pemegang saham pengendali BUMI. Hal ini sehubungan dengan urgensi untuk perbaikan posisi keuangan BUMI untuk penyelesaian kewajiban yang akan segera jatuh tempo dalam jumlah yang signifikan.

“Pemodal sebagai pihak terafiliasi Perseroan memiliki kesiapan segera untuk memberikan dukungan bagi Perseroan dalam menyediakan dana dalam jumlah tersebut untuk penyelesaian kewajiban Perseroan dalam rangka menghindari terjadinya kegagalan bayar yang dapat berimplikasi negatif bagi Perseroan,” jelas Direksi BUMI.

Kemudian, pada 5 Agustus 2022, BUMI melaporkan akan menerbitkan saham baru tanpa HMETD sebanyak 3.805.504.956 saham Seri C dengan nilai nominal Rp50 per saham dengan jadwal pelaksanaan pada 12 September 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper