Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Tunggu Data Pekerja AS, Wall Street Ditutup Bervariatif

Saham-saham di Wall Street ditutup bervariatif ketika investor mencerna sejumlah data ekonomi dengan fokus pada laporan utama pasar tenaga kerja pada Jumat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 September 2022  |  07:01 WIB
Investor Tunggu Data Pekerja AS, Wall Street Ditutup Bervariatif
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg - Michael Nagle
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham di Wall Street ditutup bervariatif ketika investor mencerna sejumlah data ekonomi dengan fokus pada laporan utama pasar tenaga kerja pada Jumat.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 145,99 poin atau 0,46 persen, menjadi menetap di 31.656,42 poin. Indeks S&P 500 menguat 11,85 poin atau 0,30 persen, menjadi berakhir di 3.966,85 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 31,07 poin atau 0,26 persen, menjadi ditutup di 11.785,13 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di zona hijau, dengan sektor perawatan kesehatan dan utilitas masing-masing terangkat 1,65 persen dan 1,42 persen, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor energi jatuh 2,3 persen seiring penurunan harga minyak, merupakan kelompok berkinerja terburuk.

Saham-saham telah melemah secara solid untuk sebagian besar sesi, setelah data menunjukkan klaim pengangguran mingguan turun lebih dari yang diperkirakan ke level terendah dua bulan pekan lalu dan PHK turun pada Agustus, memberi The Fed bantalan untuk terus menaikkan suku bunga guna memperlambat pasar tenaga kerja.

Investor sekarang menunggu laporan data penggajian non-pertanian (nonfarm payrolls/NFP) AS bulanan pada Jumat untuk bukti lebih lanjut di pasar tenaga kerja.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan peningkatan pekerjaan sebesar 300.000, sementara ekonom Wells Fargo, Jay Bryson merevisi perkiraannya untuk NFP menjadi 375.000 dari 325.000 dan ekonom Morgan Stanley, Ellen Zentner memperkirakan data penggajian Agustus sebesar 350.000.

"Pasar hari ini adalah tentang besok pagi. Anda memiliki pasar yang oversold dan katalis untuk reli atau setidaknya tidak menjual akan menjadi laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah terutama yang berkaitan dengan upah," kata Quincy Krosby, kepala strategi global untuk LPL Financial di Charlotte, North Carolina dikutip dari Antara, Jumat (2/9/2022).

Indeks S&P berhasil bangkit pada tahap akhir perdagangan setelah mencapai titik terendah di 3.903,65, mendekati apa yang dilihat beberapa analis sebagai level dukungan kuat untuk saham di 3.900.

Indeks acuan S&P telah tersandung hampir 6,0 persen selama empat sesi sebelumnya, yang dimulai setelah Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan pada Jumat (26/8/2022) bahwa bank sentral akan tetap agresif menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi bahkan setelah kenaikan berturut-turut sebesar 75 basis poin, sebuah pesan yang digaungkan oleh oleh pejabat Fed lainnya dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, yang membebani sektor teknologi turun 0,48 persen adalah pembuat chip karena indeks semikonduktor Philadelphia jatuh 1,92 persen, dipimpin oleh penurunan 7,67 persen pada saham Nvidia sebagai bobot terbesar di S&P 500, dan penurunan 2,99 persen di Advanced Micro Devices setelah Amerika Serikat memberlakukan larangan ekspor beberapa chip kecerdasan buatan penting ke China.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street indeks standard & poor's 500 teknologi
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top