Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Permen Kopiko dan Bengbeng (MYOR) Cetak Laba Rp668 Miliar

Produsen permen Kopiko PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mencatatkan kenaikan penjualan sepanjang semester I/2022. Laba Mayora tercatat mencapai Rp668 miliar.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  14:15 WIB
Produsen Permen Kopiko dan Bengbeng (MYOR) Cetak Laba Rp668 Miliar
Lini produk PT Mayora Indah Tbk (MYOR) - mayoraindah.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen permen Kopiko PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mencatatkan kenaikan penjualan sepanjang semester I/2022. Laba Mayora tercatat mencapai Rp668 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasi Jumat (29/7/2022), kinerja penjualan bersih Mayora naik 9,28 persen secara tahunan, dari Rp13,15 triliun pada semester I/2021 menjadi Rp14,37 triliun pada semester I/2022.

Penjualan domestik sebelum dikurangi retur naik 10,53 persen yoy menjadi Rp8,55 triliun, dari sebelumnya Rp7,74 triliun. Sementara itu, penjualan ekspor atau offshore sebelum dikurangi retur tercatat naik 7,77 persen yoy sehingga menjadi Rp5,83 triliun, dari sebelumnya Rp5,41 triliun.

Sejalan dengan naiknya penjualan, beban pokok penjualan Mayora naik 19,15 persen dari Rp9,56 triliun pada Januari—Juni 2021 menjadi Rp11,39 triliun pada Januari—Juni 2022. Kenaikan terutama disebabkan oleh naiknya beban bahan baku dan pembungkus yang digunakan sebesar 26,70 persen yoy menjadi Rp9,46 triliun. Pada semester I/2021, nilai beban bahan baku dan pembungkus hanya sebesar Rp7,46 triliun.

Kebaikan beban pokok penjualan yang lebih besar daripada penjualan membuat laba kotor Mayora turun menjadi Rp2,98 triliun, 16,97 persen lebih rendah daripada semester I/2021 sebesar Rp3,59 triliun.

Laba usaha MYOR juga turun 30,64 persen yoy menjadi Rp864,0 miliar sepanjang Januari-Juni 2022, dari Rp1,24 triliun pada semester I/2021.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 30,34 persen yoy menjadi Rp668,53 miliar, dari Rp959,80 miliar.

Pada 30 Juni 2022, total aset Mayora naik 10,96 persen yoy menjadi Rp22,10 triliun, dari sebelumnya Rp19,91 triliun. Kenaikan aset terutama disebabkan oleh meningkatnya persediaan sejumlah Rp1,27 triliun karena pembelian bahan baku yang meningkat selama semester I/2022.

Adapun liabilitas perseroan pada 30 Juni 2022 naik 18,19 persen menjadi Rp10,11 triliun, dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2021 sebesar Rp8,55 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mayora myor Kinerja Emiten laba bersih
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top