Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Bitcoin Menguat Meski Suku Bunga The Fed Menghantui, Ini Sebabnya!

Harga bitcoin dan sejumlah aset kripto kembali menguat, namun investor masih membaca situasi pasar setelah kenaikan suku bunga The Fed.
Harga bitcoin dan sejumlah aset kripto hari ini terpantau kembali meningkat meskipun dibayangi kebijakan suku bunga The Fed. Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Harga bitcoin dan sejumlah aset kripto hari ini terpantau kembali meningkat meskipun dibayangi kebijakan suku bunga The Fed. Ilustrasi Bitcoin. Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Harga bitcoin dan sejumlah aset kripto hari ini terpantau kembali meningkat meskipun dibayangi kebijakan suku bunga The Fed.

Mengutip data CoinMarketCap, Selasa (19/7/2022) harga bitcoin terpantau kembali menguat sebesar 4,93 persen menjadi US$22.003.

Harga bitcoin parkir di zona hijau setelah sempat turun tipis pada perdagangan kemarin.

Sejumlah altcoin turut mengalami penguatan, seperti ethereum (ETH) yang meningkat 11,37 persen menjadi US$1.517, solana (SOL) menguat 8,72 persen ke level US$43,02, dan binance (BNB) melaju 2,69 persen ke posisi US$258,51.

CEO Eight BV Michaël van de Poppe mengatakan kepada Coin Telegraph, jeda atau waktu istirahat untuk pasar kripto justru akan mendatangkan keuntungan di level harga bitcoin saat ini.

“Sedikit konsolidasi akan memicu kenaikan dan tembusnya harga bitcoin di atas $22.600 akan mengaktifkan aksi beli besar-besaran menuju $28.000,” ujarnya, dikutip Selasa (19/7/2022).

Sementara itu, Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, pergerakan market yang menguat tipis sejak awal pekan masih dibayangi harga aset yang terus bergerak, di tengah para investor yang masih ingin melihat prospek ekonomi ke depan.

“Prospek ke depan tekanan di market kripto semakin berat setelah nilai Dolar AS semakin kuat sejak pekan lalu. Saat ini, investor menanti kepastian mengenai kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan bank sentral AS,” ujar Afid dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (19/7/2022).

Optimisme investor diyakini goyah karena beberapa kabar buruk dari industri kripto global, seperti Celsius yang mengajukan kebangkrutan ke pengadilan niaga New York dan OpenSea yang memangkas 20 persen dari jumlah karyawannya.

Lebih lanjut, pelarangan aset digital dan token sebagai alat pembayaran di Rusia oleh Vladimir Putin turut meresahkan para investor.

“Kendati demikian, bisa dibilang kondisi pasar kripto saat ini lebih sehat dibanding sebelum-sebelumnya,” tutup Afid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper