Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Merah! Asing Tetap Borong BMRI, BBCA, hingga TLKM

Tercatat, 203 saham menguat, 104 saham melemah dan 255 saham bergerak di tempat pada awal perdagangan IHSG hari ini.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020)./ ANTARA - Galih Pradipta
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020)./ ANTARA - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (6/6/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terus bergerak di zona merah dan melemah 0,31 persen atau 21,98 poin ke level 7.160,92.

Tercatat, 203 saham menguat, 104 saham melemah dan 255 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp9.421 triliun.

Investor asing tercatat membukukan aksi net foreign buy atau beli bersih sebesar Rp24,69 miliar di seluruh pasar.

Investor asing tercatat memborong saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan beli bersih Rp15,4 miliar. Kendati demikian, harga sahamnya tetap stagnan pada harga Rp8.200.

Menyusul di belakangnya adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang sahamnya diborong Rp4,7 miliar membuat sahamnya turut naik 0,23 persen.

Selanjutnya, asing juga melancarkan aksi borong terhadap saham BBCA, UNTR, dan UNVR yang masing-masing diborong Rp2 miliar, Rp1,6 miliar, Rp808,8 juta.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang dalam riset hariannya menuliskan bahwa setelah IHSG menguat pada minggu pertama Juni sebesar 4,35 persen sehingga sepanjang tahun indeks telah menguat sebesar 9.14 persen.

Kemudian disertai dengan cukup besarnya net buy dari awal tahun 2022 hingga pada penutupan Jumat pekan lalu sebesar Rp69,22 triliun.

“Di awal perdagangan minggu ini, Senin, ada peluang IHSG terkena aksi profit taking,” tulis Edwin dalam publikasi riset, dikutip (6/6/2022).

Edwin menjelaskan hal tersebut seiring jatuhnya Indeks di Wall Street seperti Dow Jones (DJIA) turun 1,09 persen dan Nasdaq turun 2,47 persen seiring kuatnya data pekerjaan AS akhir pekan lalu. 

Edwin menambahkan bahwa data nonfarm terbaru payrolls bertambah 390.000 pekerjaan bulan lalu, lebih besar dari proyeksi ekonom memperkirakan bertambah 328.000 jobs.

Melalui data tersebut, Edwin mengindikasikan The Fed akan tetap pada jalurnya yang berencana agresif menaikkan suku bunga. 

Selanjutnya yang menjadi sentimen negatif untuk IHSG hari ini ungkapnya adalah turunnya EIDO sebesar 0,48 persen, serta turunya harga beberapa komoditas diantaranya emas yang turun 0,93 persen dan minyak sawit alias CPO yang turun 0,80 persen.

Berdasarkan sentimen yang ada, Edwin pun memprediksi IHSG hari ini akan bergerak di rentang 7.133- 7.221, dan rupiah di rentang Rp14.380 - Rp14.510 per dolar AS.

Sementara itu, Edwin merekomendasikan untuk membeli saham PTBA, UNTR, JPFA, AGII, ADRO, MAPI, HRUM, dan ELSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper