Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Emiten CPO Grup Salim Lonsum (LSIP) Turun, Begini Rekomendasi Sahamnya

Pendapatan London Sumatra (LSIP) menurun 36 persen secara tahunan, namun masih berpotensi meningkat.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  13:55 WIB
Kinerja Emiten CPO Grup Salim Lonsum (LSIP) Turun, Begini Rekomendasi Sahamnya
Gedung PT PP London Sumatra Tbk di Medan. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan sawit Grup Salim, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) tercatat mengalami penurunan pendapatan pada kuartal I/2022 disebabkan menurunnya volume penjualan CPO. Meski begitu, target harga saham tetap di posisi Rp1.900.

Analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harahap menjelaskan, target harga saham LSIP dipengaruhi oleh tiga faktor. 

“Pertama, tingkat ekstraksi minyak tertinggi di cakupan kami, neraca yang kuat tercermin dalam posisi kas bersih, dan prospek positif harga CPO pada 2022,” jelas Juan dalam risetnya, Senin (6/6/2022).

Sebagai informasi, perseroan yang dikenal dengan sebutan Lonsum ini membukukan pendapatan pada kuartal I/2022 senilai Rp765 miliar, menurun 36 persen secara tahunan dan 35,5 persen secara kuartalan.

“Penurunan pendapatan didorong oleh menurunnya volume penjualan CPO sebesar 66 persen year-on-year (yoy) menjadi 33.000 ton,” imbuh Juan.

Di sisi lain, harga rata-rata CPO sebesar 53 persen menjadi Rp14.685 per kilogram, dan inti sawit (PK) meningkat 95 persen menjadi Rp12.434 per kilogram. Kenaikan harga rata-rata ini ditopang oleh kenaikan harga CPO dunia.

Sementara itu dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) turun 38,3 persen yoy menjadi 242.000 ton.

Akibatnya, produksi CPO pun turun 38,4 persen yoy menjadi 53.000 ton di kuartal I/2022 disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi selama periode ini.

Juan melanjutkan, LSIP membukukan beban operasional lain yang lebih tinggi senilai Rp57 miliar atau meningkat 247,4 persen yoy karena karena penyisihan yang lebih tinggi untuk amortisasi piutang plasma ECL Rp27 miliar dan kerugian akibat penurunan nilai tanaman sebesar Rp26 miliar.

LSIP membukukan laba bersih Rp305 miliar, naik 2,5 persen yoy sesuai dengan perkiraan Mirae dengan run-rate sebesar 25,9 persen dan konsensus sebesar 21,6 persen.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli LSIP dengan target harga yang tidak berubah sebesar Rp1.900,” imbuh Joshua.

Target harga menggunakan metode penilaian P/E dengan target ganda pada 2022 yaitu 13 kali. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lonsum london sumatra indonesia lsip
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top