Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Incar 7.278, Saham Batu Bara dan Migas Bakal Hot

IHSG diprediksi bergerak di rentang 7.179-7.278 pada hari ini, perdagangan awal pekan pasca libur Lebaran.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 09 Mei 2022  |  07:21 WIB
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten sektor komoditas minyak dan batu bara bakal menjadi katalis positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tekanan dari sentimen global pada perdagangan awal pekan pasca libur Lebaran, Senin (9/5/2022).

Pada pekan terakhir sebelum libur Lebaran, Selama sepekan, 25-28 April 2022, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG ditutup naik tipis 0,05 persen.

IHSG meningkat tipis sebesar 0,05 persen pada level 7.228,914 dari posisi 7.225,606 pada pekan sebelumnya.

Kenaikan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 12,24 persen menjadi Rp23,955 triliun dari Rp21,342 triliun pada penutupan pekan yang lalu.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang menjelaskan selama Bursa Indonesia tutup merayakan Hari Raya Lebaran, terjadi pergerakan yang cukup dinamis, indeks di Wall Street diwarnai tekanan jual seperti: DJIA turun 1,21 persen dan indeks Nasdaq turun lebih dalam sekitar 2,74 persen sementara EIDO turun sekitar 0,72 persen.

Turunnya sejumlah indeks ini berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan di awal pekan ini.

Sentimen negatif bagi perdagangan Senin ini juga datang dari naiknya yield obligasi AS hampir semua tenor meresponse naiknya FFR sebesar 50 bps seperti tenor 10 tahun naik ke level 3,142 persen serta turunnya harga beberapa komoditas seperti CPO turun 6,02 persen dan nikel 8,61 persen.

"Di lain pihak sentimen positif datang dari naiknya harga komoditas berbasis energi dimana harga harga batu bara naik sangat tajam sebesar 18,88 persen dan WTI Crude Oil naik 8,34 persen sehingga tidak berlebihan jika merekomendasikan strong buy saham berbasis batu bara dan minyak seperti IATA, ITMG, ADRO, PTBA, HRUM, INDY, UNTR, MEDC dan ELSA," paparnya Senin (9/5/2022).

Dia merekomendasikan membeli saham-saham berbasis batu bara, minyak dan timah. Selain itu, saham yang direkomendasikan di antaranya BMRI, ASII, UNTR, PGAS, INDY, CPIN, BRIS, UNVR, dan CTRA.

"IHSG diprediksi bergerak di rentang 7.179-7.278 pada hari ini."


Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Harga Minyak Indeks BEI batu bara rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top