Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Sebab Dana Kelolaan Reksa Dana Pasar Uang Naik

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2022, dana kelolaan produk reksa dana pasar uang konvensional tercatat sebesar Rp103,55 triliun.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 26 April 2022  |  23:43 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Likuiditas yang melimpah saat ini dipercaya menjadi salah satu alasan mengapa dana kelolaan reksa dana pasar uang melimpah pada saat ini.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Maret 2022, dana kelolaan produk reksa dana pasar uang konvensional tercatat sebesar Rp103,55 triliun.

Di mana jumlah nilai aktiva bersih (NAB) atau dana kelolaan tersebut telah mengalami peningkatan sebesar 28,95 persen dibandingkan dengan periode yang sama di bulan sebelumnya yaitu sebanyak Rp80,30 triliun.

Direktur Utama Trimegah Asset Management Antony Dirga menyampaikan terdapat beberapa alasan naiknya dana kelolaan reksa dana pasar uang pada tahun ini.

“Penyebab utama naiknya dana kelolaan reksadana pasar uang adalah likuiditas yang melimpah dan belum optimalnya penyaluran kredit yang sempat terkendala oleh kondisi Covid-19 di Indonesia,” jelas Antony kepada Bisnis, Selasa (26/4/2022).

Selain itu, Antony mengungkapkan bahwa saat ini pasar berada dalam era suku bunga jangka panjang yang dalam tren naik karena tekanan inflasi dan reaksi dari bank sentral Amerika.

Oleh sebab itu, menurutnya investor memang cenderung mengambil posisi durasi investasi yang pendek untuk portofolio mereka. Hal tersebut tentunya berimbas terhadap kenaikan dana kelolaan pasar uang.

Ke depannya Antony melihat ada hambatan untuk peningkatan dana kelolaan pasar uang mengingat ekspektasi pertumbuhan penyaluran kredit seiring dengan membaiknya perekonomian di Tanah Air.

“Ini seharusnya menjadi hambatan untuk pertumbuhan dana kelolaan reksa dana pasar uang,” kata Antony.

Di sisi lain, Antony tetap menyarankan investor untuk menaruh dananya pada reksa dana pasar uang mengingat kenaikan suku bunga yang terus berlanjut hingga saat ini.

“Secara net, menurut kami dana kelolaan reksa dana pasar uang masih akan bertumbuh, namun dengan tingkat pertumbuhan yang lebih rendah,” ujarnya.

Sementara itu, Antony mengungkapkan kinerja produk reksa dana pasar uang di Trimegah Asset Management sendiri per 22 April 2022 berada di atas 1 persen sepanjang tahun (year to date/ ytd). Di mana kinerja tersebut berada di atas rata-rata kinerja industri di periode yang sama yang berada pada level 0,72 persen ytd.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana dana kelolaan investasi reksa dana
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top