Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Bisa Bertahan di Zona Hijau, Cermati TLKM, SMGR hingga ASSA

Hari ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat terbatas dan diperdagangkan pada level 6.789- 6.980.
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bertahan di zona hijau pada perdagangan Selasa (1/3/2022).

Pada perdagangan Jumat (25/2/2022), IHSG menguat 70 poin atau1,03 persen ke level 6.888. Sektor transportasi dan logistik, keuangan, kesehatan, material dasar, infrastruktur, industrial, teknologi, properti dan real estate bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, berdasarkan analisa teknikal, pihaknya melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat terbatas dan diperdagangkan pada level 6.789- 6.980.

“Hati hati ada potensi koreksi terbuka lebar, namun apabila data ekonomi di Indonesia bagus, ini akan menjadi bantalan empuk untuk mengalami penguatan,” jelasnya dalam riset harian, Selasa (1/3/2022).

Nico menjelaskan, dari sentimen luar negeri, kenaikkan tingkat suku bunga The Fed kemungkinan akan tetap dilakukan, namun sama seperti Bank Sentral Eropa, kecepatannya akan berkurang dari sebelumnya. Hal ini belum termasuk mengkalkulasikan apabila Rusia membalas sanksi yang diberikan oleh dunia dengan mematikan aliran gas ke Eropa.

Pihaknya melihat apabila hal tersebut terjadi, The Fed tidak akan lagi terfokus terhadap pertumbuhan melainkan mempertahankan pertumbuhan tersebut. Namun apabila inflasi kembali mengalami kenaikkan dan tidak terkendali, maka The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga, bahkan sekalipun perekonomiannya mengalami pelemahan.

“Bagi negara emerging market, hal tersebut akan berdampak terhadap kenaikkan harga komoditas, seperti makanan pokok, gandum dan energi,” ungkapnya.

Hari ini, Nico merekomendasikan investor untuk merekomendasikan saham TLKM dengan target support dan resistensi 4.260-4.420, saham SMGR pada kiasaran 7.000-7.450, dan saham ASSA di rentang 2.460-2.650.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper