Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Strategi Panin AM Pacu Dana Kelolaan Reksa Dana pada 2022

Panin AM juga akan terus menggenjot kerja sama dengan APERD (agen penjual reksa dana) dan fintech.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 08 Desember 2021  |  17:10 WIB
Ini Strategi Panin AM Pacu Dana Kelolaan Reksa Dana pada 2022
Panin Asset Management - linkedin.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Panin Asset Management mematok target pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana sebesar Rp15 triliun pada tahun 2022.

Direktur Panin Asset Management (Panin AM) Rudiyanto mengatakan, jumlah ini tidak berubah dari target pada tahun 2021. Meski demikian, pihaknya optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan tersebut.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (8/12/2021), jumlah dana kelolaan Panin AM hingga akhir November adalah sebesar Rp13,54 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan catatan pada Oktober 2021 sebesar Rp13,4 triliun.

Salah satu sektor produk yang akan terus dikembangkan Panin AM adalah reksa dana terproteksi. Rudiyanto mengatakan minat investor terhadap produk ini masih cukup besar dan pihaknya akan terus meningkatkan penawaran jenis ini ke depannya.

Lebih lanjut, Panin AM juga akan terus menggenjot kerja sama dengan APERD (agen penjual reksadana) dan fintech. Sejauh ini, pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah agen penjual seperti Ajaib, Trimegah Sekuritas, Philip Sekuritas, Panin Sekuritas, Panin Bank, dan Moduit.

“Kami senantiasa membuka peluang kerjasama jika ada kecocokan,” lanjutnya.

Rudiyanto menambahkan, pertumbuhan dana kelolaan di sisa tahun ini kemungkinan tidak akan signifikan. Ia memaparkan, potensi window dressing akan terjadi obligasi dan saham, sehingga berpeluang naik dan mengangkat dana kelolaan.

Di sisi lain, potensi window dressing di akhir tahun dapat memicu investor melakukan profit taking. Aksi ini terutama akan dilakukan investor-investor institusi.

“Untuk itu, dana kelolaan bulan Desember akan cenderung stabil,” pungkasnya.

Sebelumnya, Manajer investasi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mencatatkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar 15,32 persen sejak awal tahun menjadi Rp112,1 triliun per September 2021.

Director & CIO Fixed Income MAMI Ezra Nazula mengatakan total AUM perseroan meningkat 47,8 persen secara tahunan menjadi Rp112,1 triliun pada akhir September 2021.

“Dana sebesar Rp112,1 triliun ini milik lebih dari 1,3 juta investor institusi dan individu yang dikelola MAMI lewat 29 produk reksa dana, 41 kontrak pengelolaan dana, dan 1 perjanjian aset investasi,” kata Ezra dalam acara Market Outlook bersama MAMI, Selasa (7/12/2021).

Secara spesifik, hingga akhir kuartal III/2021 ini dana kelolaan reksa dana MAMI tercatat tumbuh 79 persen menjadi Rp61,7 triliun. Pertumbuhan itu jauh melampaui kenaikan dana kelolaan industri reksa dana sebesar 8,2 persen pada periode yang sama.

Ezra menjelaskan kondisi pasar saham maupun obligasi memang masih volatil pada akhir 2020 hingga awal 2021. Namun, keadaan berubah setidaknya pada paruh kedua tahun ini pergerakan pasar menjadi lebih optimistis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana aum investasi reksa dana pt panin asset management
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top