Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Debut di Bursa, Saham Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Lesu

Harga saham WMPP terpantau berada di posisi Rp149, atau turun 6,88 persen dari harga pembukaan pada Rp160.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  09:14 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) ambrol setelah resmi menjadi perusahana tercatat di Bursa Efek Indonesia pada hari ini, Senin (6/12/2021).

WMPP melepas sebanyak 4,41 miliar saham baru, setara dengan 15,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh oleh WMPP setelah IPO dengan harga penawaran senilai Rp160. Dengan demikian, perseroan akan mengantongi Rp707,04 miliar dalam aksi IPO ini.

Hingga pukul 09.05 WIB, harga saham WMPP terpantau berada di posisi Rp149, atau turun 6,88 persen dari harga pembukaan pada Rp160. Adapun, rentang pergerakan harga saham WMPP sejauh ini berada di kisaran Rp149 - Rp160.

Nilai turnover transaksi WMPP hingga saat ini tercatat sebanyak Rp21,78 miliar dengan rerata harga Rp149,60 dan kapitalisasi pasar sebanyak Rp4,38 triliiun.

Eko Agmi Andriana, CFO WMPP menyatakan selama masa penawaran umum WMPP yang diselenggarakan pada tanggal 30 November – 2 Desember 2021 lalu, saham WMPP mendapatkan minat yang sangat positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat terserap dengan baik.

Adapun, perusahaan berencana menggunakan sekitar 11,50 persen dari dana IPO untuk membiayai pengembangan kerjasama operasi (KSO) export yard, logistik, dan rumah potong hewan di Australia bersama mitra. Sekitar 19 persen akan digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas peternakan terintegrasi dan perkebunan jagung di Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

“Selanjutnya, sekitar 19 persen akan digunakan untuk pemberian modal kepada entitas usaha, sedangkan sisanya sekitar 50,50 persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan,” kata Eko dikutip dari keterangan resmi WMPP.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG ipo Widodo Makmur Perkasa
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top