Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Selain DCII, Bursa Buka Suspensi Saham PEGE dan SOFA Hari Ini

Bursa Efek Indonesia membuka suspensi perdagangan terhadap 3 saham hari ini, yakni DCII, PEGE, dan SOFA.
Pandu Gumilar & Yuliana Hema
Pandu Gumilar & Yuliana Hema - Bisnis.com 12 Agustus 2021  |  08:12 WIB
Selain DCII, Bursa Buka Suspensi Saham PEGE dan SOFA Hari Ini
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) dan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII).

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka gembok suspensi saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) pada hari ini, Kamis (12/8/2021).

BEI menggembok saham DCII sejak 17 Juni 2021. Dengan begitu, saham perseroan telah digembok hampir dua bulan. Kala itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan saham DCII masih disuspensi karena pihak Bursa masih melakukan pemeriksaan terhadap transaksi saham DCII.

Dalam pengumuman sebelumnya, bursa mengungkapkan alasan suspensi adalah karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham DCII sehingga Bursa memandang perlu dilakukan penghentian sementara perdagangan saham.

Saham DCII bergerak dengan agresif. Saham emiten milik Toto Sugiri itu telah melonjak lebih dari 14.000 persen sejak pertama kali diperdagangkan pada 6 Januari 2021.

Adapun posisi terakhir sebelum disuspensi, yakni per penutupan pasar Rabu (16/6/2021), saham DCII parkir di level Rp59.000 setelah menguat 17,41 persen dalam sehari.

Selain pergerakan saham yang lincah, DCII juga menunjukkan hasil yang positif dari sisi kinerja keuangan. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, DCII mencetak kenaikan pendapatan sebesar 3,68 persen, dari Rp361,92 miliar per akhir Juni 2020 menjadi Rp375,23 miliar per akhir Juni 2021.

Di sisi lain, DCII berhasil menekan beban usaha perseroan sebesar 16,28 persen secara year on year (yoy) untuk periode tersebut, menjadi Rp162,58 miliar dari sebelumnya Rp194,18 miliar.

Alhasil, laba tahun berjalan emiten milik Toto Sugiri ini pun tumbuh signifikan menjadi Rp110,62 miliar pada semester I/2021, naik 35,09 persen secara yoy dibanding Rp81,88 miliar pada tahun lalu.

Sementara itu, BEI juga membuka suspensi saham PEGE dan SOFA, setelah disetop pada Selasa (10/8/2021). Suspensi terhadap saham PEGE, dan SOFA dilakukan karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada ketiga saham tersebut.

"Dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan pada perdagangan 10 Agustus 2021," paparnya dalam keterbukaan informasi.

Lebih lanjut, penghentian sementara ini dilakukan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang untuk berinvestasi di saham tersebut.

Saham PEGE menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan Senin (9/8/2021). Dalam sepekan, PEGE mengalami peningkatan 142,59 persen, dan dalam sebulan melesat hingga 333,77 persen.

Adapun, saham SOFA yang bergerak di bidang produksi mebel ini ditutup naik 9,52 persen ke posisi Rp322 pada Senin. Dalam seminggu terakhir harga saham SOFA meningkat 24,81 persen sementara dan dalam sebulan melonjak hingga 117,57 persen.

Suspensi dilakukan hingga pengumuman bursa lebih lanjut. BEI menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia DCI Indonesia panca global kapital Boston Furniture
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top