Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sempat Merugi, Kabelindo (KBLM) Kejar Laba Rp57 Miliar Tahun Ini

Perseroan melihat prospek bisnis tahun ini akan mengalami peningkatan dari sektor swasta dan juga BUMN.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  17:32 WIB
Produk Kabelindo Murni - Istimewa
Produk Kabelindo Murni - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kabel PT Kabelindo Murni Tbk. membukukan kenaikan penjualan pada kuartal I/2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Namun kenaikan penjualan tersebut tidak disertai dengan kenaikan laba bersih perseroan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, emiten berkode saham KBLM tersebut justru mengalami rugi sebesar Rp6,98 miliar. 

Keadaan ini berbalik dengan tahun sebelumnya di periode yang sama, di mana perseroan membukukan laba sebesar Rp2,61 miliar. 

Sedangkan untuk laba kotor, perseroan mengalami penurunan signifikan dari Rp21,20 miliar pada periode yang sama tahun 2020 menjadi Rp157,88 juta pada kuartal l/2021.

Pada laporan keuangan disebutkan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga tahun 2021 ini membuat perseroan mengurangi kapasitas produksinya karena menurunnya permintaan. 

Pada kuartal I/2021, KBLM mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 17,06 persen menjadi Rp300,98 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp257,10 miliar. 

Kenaikan penjualan tersebut juga disertai dengan kenaikan beban penjualan yang kemudian berakibat pada ruginya perseroan. 

Tercatat, beban penjualan KBLM pada kuartal pertama tahun ini sebesar Rp300,82 miliar. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2020, emiten tersebut memiliki beban penjualan yang lebih sedikit yaitu Rp235,91 miliar. 

Pada kuartal I/2021 ini selisih antara penjualan dan beban penjualan sangat tipis yaitu 0,05 persen, sehingga menghasilkan laba kotor yang sedikit. Sementara untuk kuartal I/2020 terdapat selisih 8,24 persen yang bisa menghasilkan laba kotor sebanyak Rp21,20 miliar. 

Meski demikian, hingga akhir 2021 ini perseroan tetap optimistis akan pertumbuhan kinerja perusahaan. Perseroan menargetkan kenaikan penjualan menjadi Rp1,5 triliun dan laba bersih sebesar Rp57 miliar. 

Direktur Kabelindo Murni Andika Saputra Wongkar menyebutkan perseroan melihat prospek bisnis tahun ini akan mengalami peningkatan dari sektor swasta dan juga BUMN. Namun kebutuhan BUMN seperti PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) diperkirakan belum akan mengalami peningkatan. 

Melihat prospek bisnis tahun ini kita akan melihat kalau untuk pemerintah, sektor PLN mungkin belum ada permintaan atau pengembangan yang lebih, justru menurun. Tapi untuk proyek swasta sendiri kita sendiri melihat akan ada peningkatan, dikarenakan pengejaran proyek yang tertunda di tahun 2020,” jelas Andika dalam acara public expose KBLM yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (9/6/2021). 

Adapun perseroan memiliki total aset sebanyak Rp1,07 triliun per Maret 2021. Jumlah tersebut berkurang jika dibandingkan dengan periode sama pada 2020 sejumlah Rp1,25 triliun. 

Sementara itu total ekuitas juga mengalami penurunan menjadi Rp833,99 miliar pada kuartal I/2021, sedangkan pada kuartal I/2020 total ekuitas perseroan sebesar Rp851,04 miliar. 

Penurunan juga terlihat pada total liabilitas menjadi Rp236,72 miliar pada kuartal I/2021, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp394,64 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten kabel kabelindo murni
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top