Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tarif Cukai Rokok Naik, Philip Morris Galau Naikkan Harga Produk

CEO Philip Morris International Jacek Olczak mengatakan bahwa banyak negara termasuk Indonesia saat ini menghadapi masa yang cukup menantang seiring dengan pandemi Covid-19.
Loog Philip Morris International./pmi.com
Loog Philip Morris International./pmi.com

Bisnis.com, JAKARTA - Philip Morris International, pemegang saham pengendali PT HM Sampoerna Tbk., belum memutuskan akan menaikkan harga pokok penjualan produk seiring dengan kenaikan tarif cukai 2021.

CEO Philip Morris International Jacek Olczak mengatakan bahwa banyak negara termasuk Indonesia saat ini menghadapi masa yang cukup menantang seiring dengan pandemi Covid-19.

Pembatasan mobilitas yang membuat aktivitas ekonomi tidak begitu bergairah mendorong adanya tekanan pada tingkat pendapat yang juga mempengaruhi daya beli masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, Philip Morris International (PMI) masih akan meninjau pasar terlebih dahulu terkait kenaikan tarif cukai rokok yang cukup signifikan sebesar 12,5 persen dan mulai berlaku sejak Februari 2021.

“Kami akan melihat bagaimana pasar akan menerimanya, karena sekali lagi ini adalah waktu yang sangat sensitif dari perspektif ekonomi dan kami harus sangat sensitif juga terhadap keputusan harga kami, dan bagaimana kami akan membebankan pajak ini kepada pelanggan,” ujar Olczak saat konferensi pers secara virtual, Kamis (6/5/2021).

Di sisi lain, Olczak juga mengaku tantangan lainnya terkait kemungkinan pemerintah Indonesia memberikan regulasi yang akomodatif untuk produk alternatif rokok, seperti produk rokok yang dipanaskan dan bukan dibakar, serta produk penghasil uap mengandung nikotin.

Pasalnya, PMI tengah berupaya mempercepat transformasi menuju bisnis bebas asap dan menargetkan kontribusi pendapatan dari segmen produk itu mencapai lebih dari 50 persen pada 2025.

Perusahaan global produsen rokok itu memiliki produk bebas asap yang tengah digenjot penjualannya, yaitu IQOS.

Di Indonesia, melalui PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), PMI telah melakukan uji pasar terbatas untuk mempelajari potensi pasar dan perilaku perokok dewasa terhadap terhadap produk lebih rendah risiko (reduced-risk products/ RRP).

Hingga awal Mei 2021, jumlah anggota IQOS Club telah mencapai 38.744 orang.

“Kami juga tahu Indonesia memiliki produk kretek yang sangat unik khusus untuk Indonesia dan kami juga sedang berupaya membawa arahan rasa itu ke dalam portofolio RRP kami,” papar Olczak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper