Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HM Sampoerna (HMSP) RUPST pada 27 Mei, Bakal Bagi Dividen Jumbo?

Dividen payout ratio (DPR) HMSP untuk tahun buku 2012 hingga 2019 selalu di atas 98 persen, sehingga mengindikasikan adanya dividen jumbo lanjutan pada tahun ini.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  13:31 WIB
Kantor HM Sampoerna.  - HM Sampoerna
Kantor HM Sampoerna. - HM Sampoerna

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen rokok, PT HM Sampoerna Tbk., dikenal royal membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Mei 2021.

Dalam pengumuman manajemen di Harian Bisnis Indonesia, manajemen HMSP akan menggelar RUPST 2020 pada Kamis, 27 Mei 2021 mulai pukul 09.00 WIB di Jakarta.

Ada 5 mata acara yang diajukan dalam RUPST. Salah satunya ialah penetapan penggunaan saldo laba 2020, yang mengindikasikan adanya pembagian dividen. Namun, bagaimana nasib dividen pada 2021 setelah perseroan membukukan penurunan kinerja pada 2020?

Emiten berkode efek HMSP itu mencetak pendapatan sebesar Rp92,42 triliun pada 2020. Perolehan itu lebih rendah 12,85 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp106,05 triliun.

HMSP hanya mengantongi laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,58 triliun, menyusut 37,46 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp13,72 triliun.

Tahun lalu, HMSP membagikan dividen dengan payout ratio hingga 101,53 persen untuk tahun buku 2019. Produsen rokok merek Djie Sam Soe itu membagikan dividen Rp13,93 triliun atau Rp119,8 per saham.

Analis Bloomberg Intelligence Alvin Tai mengatakan, rekam jejak pembagian dividen HMSP dalam 4 tahun terakhir menunjukkan bahwa arus kas bebas perseroan mungkin cukup untuk tetap membagikan dividen.

Tercatat, dividen payout ratio (DPR) HMSP untuk tahun buku 2012 hingga 2019 berhasil berada di atas 98 persen.

Dia menjelaskan, pembayaran dividen untuk tahun buku 2020 terancam tidak besar seperti tahun sebelumnya karena kenaikan tarif cukai dan konsumsi tembakau yang lebih rendah tampaknya dapat membebani arus kas operasi perseroan pada tahun ini.

“Namun, posisi kas bersih dan rasio belanja modal terhadap penjualan yang rendah dapat membantu perseroan mempertahankan pembayaran dividen yang tinggi,” tulis Alvin Tai dikutip dari risetnya yang dipublikasikan melalui Bloomberg.

Penurunan kinerja HMSP pun berlanjut pada awal 2021. Berdasarkan laporan kinerja keuangan per 31 Maret 2021, HMSP mencatatkan penjualan bersih senilai Rp23,55 triliun turun tipis 0,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp23,86 triliun.

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,59 triliun turun 22,13 persen dari posisi yang sama tahun lalu sebsar Rp3,32 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen RUPS hm sampoerna
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top