Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ingin Tebar Dividen 2023, Putra Rajawali (PURA) Incar Laba Naik 100 Persen Tahun Ini

Di tahun pemulihan 2021 ini perseroan optimistis dapat mendulang pendapatan lebih besar.
Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA) Ariel Wibisono pada saat listing perdana emiten transportasi tersebut di Bursa Efek Indonesia, Rabu (29/1/2020). / Bisnis- Ilman Sudarwan
Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA) Ariel Wibisono pada saat listing perdana emiten transportasi tersebut di Bursa Efek Indonesia, Rabu (29/1/2020). / Bisnis- Ilman Sudarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten jasa logistik, PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA) menargetkan dapat mulai membagikan dividen bagi para investornya pada 2023. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih 100 persen dan pendapatan 50 persen.

Direktur Utama Putra Rajawali Kencana Ariel Wibisono menuturkan sepanjang 2020 saat pandemi Covid-19 perseroan dapat mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan. Dengan demikian, di tahun pemulihan 2021 ini perseroan optimistis dapat mendulang pendapatan lebih besar.

Emiten yang baru tercatat di bursa pada Januari 2020 ini menuturkan pertumbuhan pendapatan meningkat 8,5 persen dan laba bersih naik hingga 26 persen pada 2020.

"Dengan kenaikan bottom line sekarang hingga di 26 persen dan meningkatkan itu di 30-35 persen itu akan sangat mungkin bagi dividen. Kami proyeksikan di 2023 kami juga sudah bisa melakukan realisasi pembagian dividen," katanya dikutip Bisnis, Kamis (18/3/2021).

Dia menyebut sejumlah upaya aksi perusahaan akan dilakukan guna mengejar target dapat membagikan dividen bagi investornya. Salah satunya dengan peningkatan jumlah armada yang dimiliki.

Menggunakan dana IPO, emiten bersandi PURA ini sudah mendatangkan 50 unit kendaraan baru pada 2020 dan akan mendatangkan lagi 155 unit kendaraan baru pada 2021 ini. Dengan demikian, total kendaraan yang dimilikinya akan menjadi 310 unit, meningkat dari posisi sebelum IPO yakni pada 2019 yang hanya 105 unit.

"Penambahan aset ini perlu langkah strategis, kami memang sudah siapkan agar bisa membagikan dividen, sehingga kami melakukan banyak strategi, sinergi dan bahkan konsolidasi dengan perusahaan saudara yang sudah memiliki izin multimoda," katanya.

Ariel menargetkan pendapatan pada 2021 akan meningkat cukup signifikan mengingat kinerja kuartal I/2021 yang sudah cukup ciamik. Pasalnya, PURA mendapat berkah kenaikan harga komoditas yang membuat peningkatan pesanan distribusi komoditas-komoditas utama seperti batubara dan CPO.

"Kalau tanya revenue pertumbuhan 50 persen masih bisa kami capai, bottomline 100 persen bisa. Kami cukup optimistis, harga komoditas naik, kebutuhan industri, dan raw material cukup besar," jelasnya.

Sepanjang Covid-19 pun kebutuhan alkohol pun terus meningkat tajam serta berbagai bahan mentah lainnya untuk kebutuhan farmasi sehingga perseroan bisa tetap menjalankan bisnisnya dengan menjaga pendapatan dari sektor raw material ini.

Di sisi lain, PURA mengklaim memiliki fleksibilitas berupa komposisi armada yang dapat diatur menyesuaikan kebutuhan dari pemilik barang. Pasalnya, PURA sudah berafiliasi dengan pabrik karoseri, sehingga komposisi spesifikasi armadanya dapat diubah dengan mudah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper