Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Obligasi Domestik Stabil, Lelang SUN Diyakini Ramai Peminat

Stabilitas pasar obligasi Indonesia sepanjang pekan lalu akan mempengaruhi hasil lelang SUN pada Selasa (16/2/2021).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Februari 2021  |  18:56 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi pasar obligasi Indonesia yang stabil berpotensi membuat hasil penawaran pada lelang Surat Utang Negara (SUN) 16 Februari mendatang menembus Rp100 triliun.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan stabilitas pasar obligasi Indonesia sepanjang pekan lalu akan mempengaruhi hasil lelang SUN pada Selasa (16/2/2021).

Ramdhan memaparkan, tingkat permintaan investor asing dan domestik terhadap instrumen SBN masih tinggi. Hal tersebut terlihat dari kenaikan angka penawaran baik pada lelang SUN maupun Sukuk Negara.

“Hasil lelang SUN dan sukuk terakhir trennya positif, naik terus. Kemungkinan pada lelang besok juga akan kembali naik,” jelasnya saat dihubungi pada Minggu (14/2/2021).

Lebih lanjut, Ramdhan mengatakan, tingginya minat investor juga mengindikasikan tingkat likuiditas yang masih baik. Para investor masih terus mencari instrumen investasi yang mendatangkan return yang optimal.

Hal tersebut juga didukung oleh mulai kembalinya investor asing ke pasar obligasi domestik. Data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat partisipasi investor asing pada lelang SUN 2 Februari lalu mencapai 17,6 persen dari total penawaran masuk.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dari lelang SUN sebelumnya yaitu sebesar 13,7 persen. Persentase partisipasi asing di lelang perdana tersebut juga merupakan yang tertinggi selama tahun 2021.

Berdasarkan kondisi tersebut, Ramdhan memprediksi hasil penawaran pada lelang SUN akan berada di kisaran Rp80 triliun hingga Rp100 triliun. Jumlah tersebut sedikit lebih besar dibandingkan hasil lelang SUN terakhir pada 2 Februari 2021 lalu yang berhasil menghimpun Rp83,79 triliun.

Meski demikian, Ramdhan juga mengatakan sejumlah katalis negatif masih membayangi prospek lelang SUN pada pekan depan. Angka kasus positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia serta kelanjutan vaksinasi diprediksi akan membuat investor berhati-hati sebelum berpartisipasi dalam lelang besok.

Sebelumnya, pada lelang 16 Februari mendatang, pemerintah akan menawarkan tujuh seri yang terdiri dari SPN032105019 (new issuance), SPN12220203 (reopening), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (new issuance), FR0083 (reopening), dan FR0089 (new issuance).

Target indikatif dari lelang SUN 16 Februari 2021 ditetapkan senilai Rp35 triliun dan target maksimal senilai Rp52,5 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sun surat utang negara Obligasi Pemerintah
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top