Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Rapor Lelang SUN Indonesia hingga Februari 2021

Sepanjang 2021, pemerintah telah melakukan tiga kali lelang SUN. Lelang pada 16 Februari 2021 akan menjadi lelang edisi keempat pada tahun ini dan kedua untuk bulan Februari.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Februari 2021  |  13:51 WIB
Direktur Surat Utang Negara (SUN) pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Direktur Surat Utang Negara (SUN) pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan kembali menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (16/2/2021) mendatang, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR Kementerian Keuangan, pemerintah akan menawarkan tujuh seri yang terdiri dari SPN032105019 (new issuance), SPN12220203 (reopening), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (new issuance), FR0083 (reopening), dan FR0089 (new issuance).

Adapun, sepanjang tahun 2021, pemerintah telah melakukan tiga kali lelang SUN. Lelang pada 16 Februari 2021 akan menjadi lelang edisi keempat pada tahun ini dan kedua untuk bulan Februari.

Pada lelang SUN perdana yang diadakan pada 5 Januari 2021, pemerintah berhasil menghimpun penawaran sebesar Rp97,168 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp41 triliun.

Jumlah penawaran kemudian mengalami penurunan pada lelang edisi 19 Januari 2021. Kala itu, pemerintah mengumpulkan penawaran sebanyak Rp55,294 triliun dan menyerap Rp24,25 triliun di antaranya.

Pada lelang terakhir 2 Februari lalu, jumlah penawaran yang masuk mengalami perbaikan setelah pemerintah menghimpun Rp83,79 triliun. Dari angka tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp35 triliun.

Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR) Deni Ridwan mengatakan minat investor pada lelang SUN di pasar perdana pada 2 Februari 2021 meningkat signifikan.

Dibandingkan dengan penawaran masuk pada lelang SUN sebelumnya, terdapat kenaikan demand lebih dari 50 persen. Selain itu, bids to cover ratio pada lelang kali ini juga meningkat dari 2,26 kali di lelang sebelumnya menjadi 2,39 kali.

Tak hanya itu, kenaikan penawaran masuk juga turut disumbang oleh investor asing. DJPPR mencatat partisipasi investor asing pada lelang hari ini mencapai 17,6 persen dari total penawaran masuk, meningkat signifikan dari lelang SUN sebelumnya yaitu sebesar 13,7 persen.

“Persentase partisipasi asing di lelang perdana kali ini merupakan yang tertinggi selama tahun 2021,” kata Deni.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn surat utang negara lelang sun
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top