Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Asing Lepas Saham BBRI dan BBCA, Masuk ke TLKM dan BMRI

Pada perdagangan Rabu (27/1/2021), investor asing net sell Rp6,78 miliar. Namun, sepanjang 2021 net buy investor asing sejumlah Rp11,81 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  06:34 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Investor asing cenderung melakukan aksi jual atau net sell pada perdagangan Rabu (27/1/2021) seiring dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kemarin, IHSG ditutup melemah 0,5 persen ke level 6.109,17. Secara kumulatif, dalam lima perdagangan terakhir, IHSG sudah melemah 4,98 persen dan menjadi tren bearish paling lama sepanjang tahun ini.

Pada perdagangan Rabu (27/1/2021), investor asing net sell Rp6,78 miliar. Namun, sepanjang 2021 net buy investor asing sejumlah Rp11,81 triliun.

Total transaksi saham mencapai Rp19,58 triliun. Kapitalisasi pasar menyusut menuju Rp7.124 triliun.

Mengutip data konsultan keuangan D'Origin, investor asing melakukan aksi jual terutama terhadap saham perbankan jumbo. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan net sell Rp153,74 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengalami net sell Rp153,36 miliar. Di peringkat ketiga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mengalami net sell Rp44,96 miliar.

Sebaliknya, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadi yang paling banyak diburu asing dengan net buy Rp135,67 miliar. Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan net buy Rp114,92 miliar.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas menjelaskan aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor domestik serta rebalancing indeks seperti indeks IDX30, LQ45, hingga BUMN20 bakal terus membayangi langkah IHSG dalam jangka pendek.

“Dalam jangka pendek, secara teknikal diprediksi IHSG melemah di support 6.030. Namun meningkatnya harga komoditas dan masuknya investor asing ke IHSG tetap akan menjadi sentimen utama,” tulis Tim Riset Indo Premier dalam riset harian, Rabu (27/1/2021).

Adapun, perubahan konstituen indeks seperti di LQ45 dan IDX30 diperkirakan terus menjadi sentimen bagi pergerakan IHSG pekan ini.

Rebalancing suatu indeks di pasar modal biasanya akan direspons oleh perusahaan manajer investasi. Khususnya bagi fund manager yang memiliki reksa dana dengan mengacu kepada indeks-indeks tersebut.

Beberapa evaluasi berkala maupun minor-mayor dilakukan BEI a.l. untuk indeks IDX BUMN20, IDX30, IDX80, LQ45, PEFINDO i-GRADE, hingga ISSI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bca bri bank mandiri net buy telkom
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top