Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rilis Global Bond di Awal Tahun, Ini Benefit Buat Emiten

Melalui global bond emiten berpotensi menggalang dana lebih besar dibandingkan dengan menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah.
Finna U. Ulfah & Dhiany Nadya Utami
Finna U. Ulfah & Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  23:12 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA —T ren penerbitan global bond oleh korporasi di awal tahun dinilai sebagai sebuah langkah yang tepat seiring likuiditas di pasar keuangan dunia yang terpantau masih deras.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto mengatakan maraknya penerbitan surat utang korporasi baik dalam mata uang uang asing merupakan realisasi dari rencana penerbitan yang tertunda pada 2020 lalu akibat kondisi pandemi.

Menurutnya, awal tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk merilis global bond mengingat tren suku bunga rendah masih berlanjut sehingga biaya dana atau cost of fund penerbit juga bisa ditekan. Melalui global bond emiten berpotensi menggalang dana lebih besar dibandingkan dengan menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah.

“Kalau [obligasi] korporasi di kita rata-rata Rp1-2 triliun, Rp3 triliun, itu sudah besar. Kalau global bond bisa Rp5-10 triliun sekali terbit,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Rabu (27/1/2021)

Selain itu, di awal tahun juga merupakan waktu di mana para manajer investasi mulai menata portofolio mereka. Di samping likuiditas yang memang masih deras di pasar keuangan dunia.

“Di awal tahun masih fresh, tren suku bunga rendah secara global, likuiditas masih baik, pasar juga sedang haus instrumen, fund manager butuh mengoptimalkan portofolio,” tuturnya lagi.

Sebagaimana diketahui, sejumlah emiten berencana menerbitkan surat utang global di awal 2021. PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BUMA, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), akan menerbitkan obligasi global senilai US$400 juta.

Emiten tekstil PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) juga baru mendapatkan restu untuk menerbitkan global bond sebanyak-banyaknya US$350 juta oleh para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar Selasa (26/1/2021).

Selain itu, PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) juga mulai melakukan tender offer per 25 Januari 2021 untuk obligasi senilai 100 juta dolar Singapura dengan kupon 6 persen yang akan jatuh tempo 2026.

Head of Economic Research Pefindo Fikri C. Permana mewanti  emiten penerbit perlu mewaspadai risiko yang telah berubah saat ini, seperti credit default swap (CDS) 5 Years Indonesia yang tengah naik.

Saat ini CDS 5 Years Indonesia ada di level 73,92 yang mengimplikasikan probabilitas gagal bayar 1,23 persen. CDS menggambarkan pandangan investor asing terhadap iklim investasi suatu negara, semakin tinggi tingkat CDS merefleksikan risiko investasi yang semakin besar.

“Dua minggu ini CDS kita naik, artinya cost of fund dalam menerbitkan global bond juga bisa meningkat karena risiko yang dianggap meningkat,” ujar Fikri.

Kendati demikian, secara umum dia menilai cost of fund saat ini masih cenderung lebih rendah dibandingkan dengan beberapa tahun belakangan, apalagi di awal tahun CDS Indonesia sempat terus turun.

Menurutnya, emiten-emiten yang memang menggunakan mata uang asing seperti dolar AS dalam proses bisnisnya akan lebih diuntungkan ketika menerbitkan global bond karena dapat sekaligus meminimalisasi risiko nilai tukar atau hedging.

“Kalau memang butuh cash flow dalam bentuk USD akan lebih baik karena hasil penerbitan digunakan sbg modal, entah refinancing atau capex, dengan itu bisa menstimulus revenue, tapi kalau tidak saya kira akan lebih berisiko,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi emiten global bond obligasi korporasi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top