Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adhi Karya (ADHI) Bukukan Kontrak Baru Rp19,7 Triliun pada 2020

Manajemen ADHI menyebutkan sepanjang 2020 perusahaan mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp19,7 triliun (di luar pajak), atau naik sebesar 34 persen dibandingkan perolehan kontrak baru pada tahun 2019.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  19:48 WIB
U-Shape Girder merupakan pondasi struktur bangunan LRT Jabodebek dengan cetakan beton berbentuk huruf "U". Untuk pertama kalinya U- Shape Girder digunakan di Indonesia dan lahir di pabrik beton pracetak milik ADHI. Teknologi ini diadopsi dari Prancis.  - ADHI.Co.Id
U-Shape Girder merupakan pondasi struktur bangunan LRT Jabodebek dengan cetakan beton berbentuk huruf "U". Untuk pertama kalinya U- Shape Girder digunakan di Indonesia dan lahir di pabrik beton pracetak milik ADHI. Teknologi ini diadopsi dari Prancis. - ADHI.Co.Id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) membukukan kontrak baru senilai Rp19,7 triliun sepanjang 2020.

Dalam keterangan resminya, Jumat (22/1/2021), manajemen ADHI menyebutkan sepanjang 2020 perusahaan mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp19,7 triliun (di luar pajak), atau naik sebesar 34 persen dibandingkan perolehan kontrak baru pada tahun 2019 sebesar Rp14,7 triliun (di luar
pajak).

"Dengan demikian, nilai total Order Book sampai dengan Desember 2020 sebesar Rp49,2 triliun (di luar pajak)," papar manajemen ADHI.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru selama tahun 2020, meliputi lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 93 persen, properti sebesar 6 persen, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Adapun, pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 19 persen, MRT sebesar 7 persen, jalan dan jembatan sebesar 56 persen, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek EPC sebesar 18 persen.

Berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 44 persen, BUMN sebesar 11 persen, swasta sebesar 5 persen, dan Investasi sebesar 40 persen.

Sebelumnya, manajemen Adhi Karya mengincar kenaikan nilai kontrak baru hingga 20 persen pada 2021 atau sekitar Rp25 triliun.

Dengan taksiran perolehan kontrak baru pada akhir 2020 senilai Rp20,58 triliun, kenaikan 20 persen itu akan menjadikan target kontrak baru emiten dengan kode saham ADHI itu pada tahun depan senilai Rp24,69 triliun.

Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan target kontrak baru dipasang menyesuaikan dengan strategi perseroan yang ingin menyeimbangkan kontrak baru untuk konstruksi (feeding) dan pendapatan berulang (recurring) melalui proyek-proyek pemerintah, BUMN, properti, maupun investasi.

“Ini kami juga ambil komposisi secara berimbang untuk menjaga keluwesan dari strategi pembiayaan kami khususnya karena memang tahun depan kami juga akan melakukan aksi-aksi korporasi,” kata Entus dalam paparan publik secara daring, Selasa (15/12/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN adhi karya kontrak baru Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top