Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lo Kheng Hong Hindari Saham Infrastruktur Termasuk BUMN Karya, Ini Alasannya!

Menurutnya Lo Kheng Hong, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan berbagai emiten konstruksi lainnya cenderung memiliki hutang yang besar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  19:16 WIB
Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Istimewa
Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Investor kenamaan Indonesia Lo Kheng Hong mengungkapkan tidak pernah membeli saham emiten infrastruktur. Alasannya, emiten di sektor ini cenderung memiliki hutang dalam jumlah besar.

Dia bercerita dalam diskusi bersama KBRI Singapura, Senin (18/1/2021) tentang alasannya tidak memiliki saham di sektor infrastruktur. Menurutnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan berbagai emiten konstruksi lainnya cenderung memiliki hutang yang besar.

"Kebetulan saya sama sekali tidak punya sektor infrastruktur ini, WSKT, WIKA, ADHI, saya tidak punya. Kenapa? karena saya takut beli perusahaan infrastruktur, utangnya bisa Rp50 triliun, ngeri banget. Tidak berani saya," ungkap Lo Kheng Hong, Senin (18/1/2021).

Menurutnya, karena utangnya besar, dia merasa takut dan lebih baik mundur dan mencari perusahaan yang minim utang dan memiliki kas besar. Saham-saham seperti ini yang cenderung dipilihnya.

"Bisa saja saya salah. Lihat perusahaan yang utangnya gede, mundur dulu deh. Cari yang aman dulu. Kalau bisa cari perusahaan yang tidak ada utang, kasnya banyak, utangnya nol..itu baru perusahaan paling aman," terangnya.

Investor kawakan ini mengaku sering mencari aman dengan memilih emiten yang tidak ada utang, utangnya nol dan uangnya di kas banyak berlimpah. Emiten seperti ini menurutnya ada banyak di Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur rekomendasi saham bumn karya lo kheng hong
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top