Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dolar AS Makin Tertekan, Rupiah Masih Mantap di Zona Hijau

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 16 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.114 per dolar AS pada pukul 09.04 WIB, setelah dibuka di level Rp14.115.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  09:11 WIB
Karyawan menunjukan uang rupiah di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan menunjukan uang rupiah di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah bergerak di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Rabu (30/12/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 16 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.114 per dolar AS pada pukul 09.04 WIB, setelah dibuka di level Rp14.115.

Pada penutupan perdagangan Selasa (29/12/2020) rupiah parkir di level Rp14.130 per dolar AS berhasil terapresiasi 0,18 persen atau 25 poin melawan greenback.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama global lainnya terpantau melemah 0,255 poin atau 0,28 persen ke level 89,739 pada pukul 08.54 WIB.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan menguat terbatas di kisaran Rp14.100-Rp14.150 per dolar AS pada hari ini.

Dia mengatakan bahwa penguatan nilai tukar rupiah masih didukung sentimen penandatanganan stimulus jumbo oleh pemerintah AS untuk menahan pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sentimen tersebut telah melemahkan dolar AS karena semakin tinggi jumlah stimulus akan meningkatkan likuiditas di pasar.

 “Selain itu, kabar Dewan Perwakilan Rakyat memilih untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan stimulus bagi orang Amerika yang memenuhi syarat dari US$600 menjadi US$2.000 kemarin juga menjadi sentimen,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya.

Padahal, rupiah tengah dibayangi pertumbuhan kasus positif Covid-19 yang terus meningkat, terutama di DKI Jakarta. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan adanya penambahan kasus baru konfirmasi positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia pada Selasa (29/12/2020) mencapai 7.903 orang sehingga totalnya menjadi 727.122 orang.

Pasar khawatir jika kasus terus bertambah maka Pemerintah DKI Jakarta diprediksi kembali menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang lebih ketat.

“Wacana rem darurat ini membuat pelaku pasar khawatir, sehingga di tahun depan akan lebih suram lagi bagi kondisi perekonomian di DKI Jakarta karena aktivitas ekonomi semakin terbatas dan stagnan, PHK di mana-mana dan pada akhirnya pengangguran kembali meningkat,” ujar Ibrahim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top