Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Avrist AM Bidik Kenaikan Dana Kelolaan 60 Persen Tahun Depan

Pada 2021 Avrist Asset Management membidik kenaikan dana kelolaan sebesar Rp3 triliun sehingga menjadi Rp7,8 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  21:18 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Avrist Asset Management mengincar kenaikan dana kelolaan atau asset under management sekitar Rp3 triliun pada 2021. Target itu mencerminkan kenaikan hampir 60 persen dibandingkan posisi dana kelolaan pada akhir November 2020 senilai Rp4,94 triliun.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan tahun depan perseroan menargetkan dana kelolaan sekitar Rp7,8 triliun.

“[Penerbitan produk baru] masih tentatif, harapannya sekitar 2-3 produk reksa dana open end, dan mungkin 2 produk reksa dana terproteksi,” kata Farash kepada Bisnis, Sebin (28/12/2020).

Di sepanjang tahun ini, Avrist Asset Management hanya meluncurkan dua reksa dana terproteksi dan satu reksa dana saham pada kuartal I/2020 atau sebelum pandemi menekan ekonomi secara global.

Target dana kelolaan yang ditetapkan pada akhir 2019 senilai Rp8 triliun pun tak tercapai lantaran kondisi pandemi berdampak negatif terhadap performa pasar saham maupun obligasi.

Farash mengatakan fund manager mulai mengambil posisi defensif ketika unit penyertaan reksa dana turun pada semester I/2020 ketika pasar saham anjlok dan baru naik pada paruh kedua. 

“Kemudian ada kenaikan risiko kredit korporasi. Jadi, MI lebih defensif juga. Sambil melihat pemulihan ekonomi, lebih banyak mengoptimalkan produk yang sudah ada,” jelasnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per pekan pertama Desember 2020, hanya terdapat 35 produk baru reksa dana yang diterbitkan sejak awal tahun.

Jumlah tersebut turun 46,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 66 produk. Adapun, di sepanjang 2019 manajer investasi menerbitkan produk baru reksa dana sejumlah total 82 produk.

Kendati jumlah penerbitan produk baru reksa dana tahun ini terbilang sepi, jumlah dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana tetap tumbuh mengesankan.

Hingga 4 Desember 2020, nilai dana kelolaan reksa dana tercatat senilai Rp562,13 triliun atau naik 3,67 persen dibandingkan posisi pada akhir 2019 yang senilai Rp542,19 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana avrist
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top