Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-gara Corona, Penerbitan Reksa Dana Baru Tahun Ini Sepi

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per pekan pertama Desember 2020, hanya terdapat 35 produk baru reksa dana yang diterbitkan sejak awal tahun, turun hampir 50 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  12:53 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Penerbitan produk reksa dana baru terpantau sepi pada masa pandemi 2020. Volatilitas tinggi di pasar saham, aliran modal asing yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN), serta kenaikan risiko obligasi korporasi ketika pandemi menyerang menjadi batu sandungan para manajer investasi menawarkan produk investasi kolektif.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan fund manager mulai mengambil posisi defensif ketika unit penyertaan reksa dana turun pada semester I/2020 ketika pasar saham anjlok dan baru naik pada paruh kedua. 

“Kemudian ada kenaikan risiko kredit korporasi. Jadi, MI lebih defensif juga. Sambil melihat pemulihan ekonomi, lebih banyak mengoptimalkan produk yang sudah ada,” jelas Farash kepada Bisnis, Minggu (27/12/2020).

Di sepanjang 2020, Avrist Asset Manajemen hanya meluncurkan dua reksa dana terproteksi dan satu reksa dana saham pada kuartal I/2020 atau sebelum pandemi menekan ekonomi secara global. Avrist Asset Management  pun berencana menerbitkan 2-3 produk reksa dana terbuka dan 2 produk reksa dana terproteksi pada 2021.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per pekan pertama Desember 2020, hanya terdapat 35 produk baru reksa dana yang diterbitkan sejak awal tahun.

Jumlah tersebut turun 46,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 66 produk. Adapun, di sepanjang 2019 manajer investasi menerbitkan produk baru reksa dana sejumlah total 82 produk.

Kendati jumlah penerbitan produk baru reksa dana tahun ini terbilang sepi, jumlah dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana tetap tumbuh mengesankan.

Hingga 4 Desember 2020, nilai AUM reksa dana tercatat senilai Rp562,13 triliun atau naik 3,67 persen dibandingkan posisi pada akhir 2019 yang senilai Rp542,19 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana investasi reksa dana
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top