Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Stabil Jelang Tutup, Saham BUMN GIAA hingga TINS Ngegas!

Pada pukul 14.20 WIB, IHSG naik 0,44 persen atau 24,07 poin menjadi 5.555,01. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di rentang 5.530,87 - 5.574,73.
M. Nurhadi Pratomo & Jaffry Prabu Prakoso
M. Nurhadi Pratomo & Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 18 November 2020  |  14:32 WIB
Jajaran Komisaris dan Direksi baru PT Timah Tbk. setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (10/2/2020) di Jakarta. -  Bisnis / Finna U. Ulfah
Jajaran Komisaris dan Direksi baru PT Timah Tbk. setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (10/2/2020) di Jakarta. - Bisnis / Finna U. Ulfah

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham emiten BUMN mendominasi daftar top gainers sementara di tengah kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (18/11/2020).

Pada pukul 14.20 WIB, IHSG naik 0,44 persen atau 24,07 poin menjadi 5.555,01. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di rentang 5.530,87 - 5.574,73.

Saham-saham BUMN tampak mendominasi jajaran top gainers atau saham dengan kenaikan tertinggi. Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) masuk urutan kedua tertinggi dengan kenaikan 10,91 persen menuju Rp366.

Saham PT Timah Tbk. (TINS) masuk urutan ke-3 daftar top gainers dengan peningkatan 7,04 persen menuju Rp1.140. Selanjutnya, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) naik masing-masing 6,3 persen dan 4,48 persen.

Sebagai catatan, Garuda Indonesia dijadwalkan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang rencananya pada Jumat (20/11/2020). Maskapai pelat merah itu mengumumkan tiga mata acara.

Mata acara pertama yakni peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor perseroan terkait penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp8,5 triliun lewat mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Mata acara kedua dalam RUPSLB GIAA pada akhir November 2020 yakni perubahan anggaran dasar perseroan. Mata acara itu antara lain untuk menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

Data Bloomberg menunjukkan tiga dari enam analis yang mengulas saham GIAA masih merekomendasi beli. Sisanya, sebanyak satu merekomendasikan hold dan dua merekomendasikan sell.

Adapun, target harga saham GIAA dalam 12 bulan menurut konsensus berada di level Rp234.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengklaim kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan pelat merah mulai meningkat, tecermin dari peningkatan saham-saham BUMN di Bursa Efek Indonesia.

Erick menuturkan, kenaikan saham-saham BUMN tidak terlepas dari upaya transformasi di perusahaan pelat perah. Dia menyebut, peningkatan harga saham BUMN mencapai hampir 20 persen, melampaui indeks LQ45 yang berisi saham-saham paling likuid di lantai bursa.

“Yang lagi hot di bursa itu saham-saham BUMN. Ada 19,7 persen peningkatan saham BUMN dibandingkan saham lainnya. Bahkan dibandingkan saham LQ45 kenaikannya hanya 10 persen,” katanya pada diskusi di stasiun televisi, Selasa malam (17/11/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG BUMN Garuda Indonesia timah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top