Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Vaksin Covid-19 Bikin Wall Street Kembali Melejit

Wall Street ditutup menguat setelah Moderna Inc mengumumkan keampuhan vaksin Covid-19 dengan tingkat efektivitas diklaim 94,5 persen. Saham-saham teknologi pun dilego investor karena pemulihan ekonomi diyakini tinggal menunggu waktu progres vaksin menggembirakan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 17 November 2020  |  04:40 WIB
Moderna. - Bloomberg
Moderna. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street mencetak rekor tertinggi setelah berita positif tentang vaksin Covid-19 membuka peluang pembukaan kembali ekonomi. Sejalan dengan sentimen vaksin Covid-19, saham-saham stay at home ramai dilego investor.

Dilansir dari Bloomberg, pada perdagangan Senin (16/11/2020), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,94 persen ke level 3.618,94. Sementara itu indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite masing-masing naik 1,6 persen dan 0,80 persen.

Pada perdagangan hari ini, indeks Dow Jones bahkan sempat menyentuh rekor di level 30.000 sebelum ditutup di level 29.950,44.

Wall Street terkerek setelah Moderna Inc melansir keampuhan vaksin Covid-19 yang disebut efektif 94,5 persen dalam analisis awal dari uji klinis tahap akhir.

Saham produsen obat itu naik hampir 10 persen. Moderna siap ketiban cuan saat pembukaan kembali perekonomian terjadi, seperti pembukaan kembali jalur penerbangan dan pelayaran.

Sementara itu, saham-saham stay at home tertekan. Saham Zoom Video Communications Inc turun bersamaan dengan saham-saham teknologi lainnya sehingga menekan indeks Nasdaq 100.

Rotasi saham terus berlanjut. Indeks saham berkapitalisasi kecil seperti Russel 2000 melesat 2,4 persen menuju rekor baru. Adapun Nasdaq 100 yang sarat saham-saham teknologi hanya naik 0,6 persen.

"Berita vaksin hari ini akan membuat investor lebih toleran terhadap kasus virus yang melonjak," ujar Kepala Strategi Principal Global Investors Seema Shah, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (17/11/2020).

Dia menambahkan, akan ada banyak alasan bagi pelaku pasar untuk tetap optimistis di tengah kabar gembira soal vaksin. Alasan-salasan itu yakni kebijakan moneter yang lebih longgar, stimulus fiskal, dan pemulihan perekonomian.

Kendati demikian, ganjalan terhadap prospek pemulihan perekonomian tetap ada karena kasus infeksi virus corona masih marak. California sejauh ini menjadi negara bagian paling ketat menerapkan kebijakan untuk membendung penyebaran virus.

Sejauh ini, kabar soal vaksin Moderna menjadi sentimen kedua yang mengerek Wall Street dalam sebulan terakhir. Pekan lalu, Wall Street juga terkerek setelah perusahaan farmasi Pfizer mengumumkan vaksin buatannya efektif 90 persen menangkal virus corona.

Berikut perkembangan pasar terkini

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 1,2% pada pukul 4 sore. Waktu New York; Dow Jones Industrial Average bertambah 1,6%.
  • Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,2%.
  • MSCI Asia Pacific Index melonjak 1,5%.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,2%.
  • Euro naik 0,1% menjadi $ 1,1848.
  • Pound Inggris sedikit berubah pada $ 1,3196.
  • Yen Jepang naik 0,1% menjadi 104,56 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik satu basis poin menjadi 0,90%.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman sedikit berubah pada -0,55%.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Inggris naik satu basis poin menjadi 0,35%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 3% menjadi $ 41,33 per barel.
  • Emas turun 0,1% menjadi $ 1.886.94 per ons

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street Vaksin

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top