Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bakrie Plantations (UNSP) Private Placement Rp241 M, Awas Dilusi Saham

UNSP akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebesar 806,44 juta saham atau sebesar 24,39 persen setelah penerbitan saham baru.
Logo Bakrie Sumatera Plantations/bakriesumatera.com
Logo Bakrie Sumatera Plantations/bakriesumatera.com

Bisnis.com, JAKARTA - Satu lagi emiten Grup Bakrie melakukan restrukturisasi utang melalui skema konversi utang menjadi saham. Kali ini emiten sektor perkebunan, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk., akan menggelar aksi private placement sebagai upaya pelunasan utang.

Mengutip keterbukaan informasi perseroan di laman Bursa Efek Indonesia, emiten berkode saham UNSP itu akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebesar 806,44 juta saham atau sebesar 24,39 persen setelah penerbitan saham baru.

Aksi private placement itu akan menggunakan harga pelaksanaan Rp300 dengan nilai nominal Rp100 per saham sehingga UNSP akan mengantongi dana segar sekitar Rp241,39 miliar.

Adapun, tujuan perseroan melakukan rencana transaksi itu untuk menyelesaikan utang dengan kreditur PT Mateo Sagraha Atlantis (MSA) sebesar Rp65,33 miliar dan Poseidon Corporate Services Ltd sebesar Rp176,59 miliar melalui skema konversi utang menjadi saham (debt to equity swab).

Dengan demikian, hasil dana aksi korporasi tersebut seluruhnya tidak akan diterima dalam bentuk tunai, melainkan nantinya kedua kreditur itu akan menjadi pemegang saham perseroan.

“Dengan dilakukannya rencana transaksi, perseroan berharap dapat memperbaiki posisi keuangan perseroan di mana perseroan akan memiliki rasio utang lebih sehat, beban keuangan yang semakin berkurang, serta arus kas yang lebih kuat di masa yang akan datang,” tulis Manajemen Bakrie Sumatra Plantations dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (16/11/2020).

Di sisi lain, setelah penambahan modal dari rencana transaksi itu maka presentase kepemilikan dari pemegang saham lain akan mengalami penurunan atau terdelusi sebesar 24,39 persen.

Adapun, per 31 Oktober 2020 struktur kepemilikan saham UNSP adalah Indo Alam Resources Pte Ltd. sebesar 17,46 persen, Ernawati Ali sebesar 10,96 persen, Lie Leonard Djajali sebesar 9,21 persen, Paradiso Resouces Ltd. sebesar 5,89 persen, dan publik sebesar 56,48 persen.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, UNSP akan meminta restu dari para pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Desember 2020.

Di lantai bursa, saham UNSP pada perdagangan Senin (16/11/2020) terkoreksi 3,49 persen ke posisi Rp83. UNSP memiliki kapitalisasi pasar Rp207,51 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper