Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dipicu Merger Bank Syariah, Indeks Bisnis-27 Menguat

Saham-saham perbankan anggota indeks Bisnis-27 menguat seiring dengan rencana merger anak usaha. Indeks Bisnis-27 pun terdongkrak di awal perdagangan hari ini, Rabu (21/10/2020).
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  09:31 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan hari ini, Rabu (21/10/2020) dengan penguatan yang meyakinkan. Indeks terkerek berkat kenaikan saham-saham perbankan, dipicu rencana merger bank syariah. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pukul 09.07, indeks hasil kerja sama Harian Bisnis Indonesia dan bursa ini ada di level 250,61, menguat 2,59 poin atau 0,58 persen dibandingkan posisi penutupan kemarin di level 448,02.

Dari seluruh anggota konstituen yang ada, sebanyak 20 di antaranya menjadi penopang pergerakan indeks, dipimpin oleh saham PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang naik 1,91 persen ke level 2130.

Di belakang EXCL, ada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dengan penguatan 1,25 persen ke level 4870 dan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. yang naik 1,07 persen ke level 7.100.

Empat saham anggota konstituen indeks terpantau menguning alias stagnan yakni PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).

Sementara itu dua lainnya menjadi pemberat laju indeks pagi ini yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) yang masih memerah 0,06 persen serta PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) yang turun 0,50 persen.

Selain BBNI, saham perbankan lain seperti BBRI dan BMRI juga menguat. Kenaikan saham perbankan pelat merah antara lain dipicu rencana merger anak usaha. Anak usaha BBRI, yakni PT Bank BRI Syariah Tbk. akan merger dengan Bank Syariah Mandiri (anak usaha BMRI) dan BNI Syariah (anak usaha BNI).

Berdasarkan ringkasan rencana merger yang terbit di Bisnis Indonesia, Rabu (21/10/2020),skema penggabungan atau merger dimulai dengan peningkatan modal dasar BRI Syariah. Adapun saham dua bank yang akan bergabung yaitu PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah akan dikonversi menjadi modal BRIS.

Bank Mandiri selaku induk BSM akan menjadi pengendali baru BRI Syariah dengan porsi saham 51,2 persen. BNI selaku induk BNI Syariah juga akan mengempit 25 persen saham BRIS setelah penggabungan rampung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG indeks bisnis27
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top