Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berkat Penjualan Online, Sukuk Ritel SR013 Laku Keras

Sosialisasi sukuk negara ritel beberapa waktu belakangan dilakukan dengan cukup baik oleh pemerintah sehingga meningkatkan pengetahuan masyarakat akan adanya instrumen investasi ini.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 23 September 2020  |  19:35 WIB
Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8). - bnisyariah\\r\\n
Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8). - bnisyariah\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Pemanfaatan kanal daring disebut menjadi salah satu faktor pendorong tingginya angka pembelian sukuk negara ritel seri SR013, di samping karakteristik instrumen yang dinilai paling pas untuk investasi di era pandemi.

Berdasarkan data yang dilansir dari salah satu mitra distribusi daring per Rabu (23/9/2020) sekitar pukul 09.30 atau 30 menit sebelum masa penawaran ditutup, penjualan SR013 telah menyentuh Rp25,34 triliun.

Realisasi penjualan tersebut telah jauh melewati target awal pemerintah dan para mitra distribusi hanya sekitar Rp5 triliun.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto menilai sosialisasi mengenai sukuk negara ritel beberapa waktu belakangan dilakukan dengan cukup baik oleh pemerintah sehingga meningkatkan pengetahuan masyarakat akan adanya instrumen investasi ini.

“Pemerintah banyak menggaungkan juga lewat online-online [media sosial] dan sekarang pemerintah juga mengajak mitra distribusinya [untuk memasarkan] secara online,” tutur dia ketika dihubungi Bisnis, Rabu (23/9/2020)

Menurutnya, pemanfaatan kanal daring baik untuk sosialisasi maupun penjualan amat efektif membuat minat akan instrumen ritel meroket, khususnya bagi para investor-investor muda yang memang lekat dengan dunia digital.

“Terlihat 3-4 tahun terakhir milenial banyak masuk. Dulu itu banyaknya ibu rumah tangga, pegawai negeri, sekarang mulai bergeser ke milenial yang melek digital dan pengen yang ada kemudahan,,” paparnya.

Sebagai ilustrasi, pada penjualan ORI017 yang dilakukan Juli lalu, DJPPR mencatat dari sisi jumlah investor, kelompok generasi milenial mendominasi sebanyak 18.452 atau 43 persen dari total investor.

Senada, Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto juga mengatakan obligasi ritel yang akan terbit berpotensi sama suksesnya dengan SR013, mengingat tren suku bunga yang masih rendah.

“Tentu kuncinya nanti tinggal berapa kupon yang akan ditawarkan,” kata Handy kepada Bisnis, Rabu (23/9/2020).

Sebagai gambaran, Handy menyebut imbal hasil yang ditawarkan SR013 terbilang menarik yakni 6,05 persen. Jika dibandingkan, bunga deposito perbankan bahkan tak ada yang mencapai 6 persen.

Dia juga menilai tren suku bunga rendah masih akan berlanjut dengan adanya pandemi Covid-19. Tren ini juga tak hanya terjadi di Indonesia melainkan secara global karena bank sentral di berbagai belahan dunia kompak memangkas suku bunga acuan.

Tak hanya itu, Handy mengatakan tingkat volatilitas yang masih tinggi akibat ketidakpastian mengenai penanganan pandemi dan perkembangan vaksin membuat investor lebih memilih investasi dengan risiko rendah.

“SR013 ini memberikan kriteria tersebut,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk sukuk ritel
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top