Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Resesi, Minat Terhadap Obligasi Negara Ritel Bakal Makin Tinggi

Setelah menyelesaikan penerbitan sukuk ritel (SR) seri SR013, pemerintah disebut akan kembali menerbitkan obligasi negara ritel (ORI). Artinya, akan ada penerbitan ORI sebanyak dua kali pada 2020.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 23 September 2020  |  18:48 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com,JAKARTA — Penerbitan obligasi negara ritel diprediksi masih akan mencuri perhatian masyarakat yang mencari instrumen alternatif investasi lebih aman.

Setelah menyelesaikan penerbitan sukuk ritel (SR) seri SR013, pemerintah disebut akan kembali menerbitkan obligasi negara ritel (ORI). Artinya, akan ada penerbitan ORI sebanyak dua kali pada 2020.

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan ORI017 pada Juli 2020. Hasil penjualan yang ditetapkan senilai Rp18,33 triliun atau rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualan ORI.

Head of Research & Market Information Department Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Roby Rushandie memperkirakan penerbitan kembali ORI tahun ini akan menarik minat masyarakat. Prediksi itu seiring kebutuhan masyarakat untuk menabung di instrumen aman.

“Apalagi ORI ini juga dapat di-trading jadi mudah bagi masyarakat jika butuh likuiditas,” paparnya kepada Bisnis, Rabu (23/9/2020).

Kendati demikian, Roby memperkirakan instrumen ORI selanjutnya akan memiliki kupon lebih rendah dari ORI017. Dengan demikian, masyarakat dapat menimbang ORI017 sebagai alternatif.

“Bisa dilihat di pasar sekunder ORI017 telah naik hingga 3 persen,” jelasnya.

Dia menyebut tingkat kupon ORI bisa menjadi pemanis. Menurutnya, imbal hasil 6 persen sudah lebih tinggi dari referensi yield surat utang negara (SUN) tenor 3 tahun yang saat ini sebesar 5,5 persen.

Secara terpisah, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus memprediksi peminat ORI masih akan ramai. Pasalnya, masyarakat lebih cenderung menahan belanja di tengah kondisi pandemi seperti saat ini.

“Masyarakat lebih kepada investasi dan menyimpan,” tuturnya.

Nico mengharapkan kupon ORI selanjutnya bisa berada di atas imbal hasil SUN tenor 3 tahun. Kisaran kupon diperkirakan 5,5 persen hingga 5,75 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Resesi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top