Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Geser Portofolio, Seluruh Indeks Obligasi Menguat

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik sebesar 7,87 persen secara year-to-date ke level 296,15 dari posisi pada akhir tahun lalu 274,53.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 September 2020  |  14:27 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Seluruh indeks obligasi Indonesia menguat pada akhir perdagangan Rabu (23/9/2020).

Berdasarkan data PT Penilai Harga Efek Indonesia atau dikenal dengan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik sebesar 7,87 persen secara year-to-date ke level 296,15 dari posisi pada akhir tahun lalu 274,53.

Sejalan dengan penguatan ICBI, indeks obligasi negara (INDOBeXG-Total Return) juga terapresiasi 7,93 persen ytd menjadi 290,65 dibandingkan posisi pada akhir 2019 sebesar 269,27.

Indeks obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) juga meningkat 7,04 persen ytd menjadi 320,96 dari sebelumnya 299,83.

Dari sisi yield, terpantau obligasi Indonesia denominasi rupiah relatif turun pada perdagangan Kamis (23/9/2020).

Yield seluruh tenor 1 - 30 tahun bergerak variatif dengan mayoritas turun tipis. Yield obligasi negara tenor 5 tahun tercatat 5,84 persen, tenor 10 tahun 7,04 persen, tenor 15 tahun sebesar 7,84 persen, tenor 20 tahun sebesar 7,60 persen, dan tenor 30 tahun 7,64 persen.

Sementara itu, instrumen surat utang khususnya Surat Utang Negara (SUN) bisa menjadi pilihan investasi pada masa resesi. Pasalnya, volatilitas instrumen ini lebih terjaga ketimbang efek saham.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan bahwa obligasi terutama jenis SUN bisa menjadi pilihan investasi yang aman bagi masyarakat.

“Investor tinggal mencermati perubahan suku bunga. Dari sisi keamanan, yield-nya jauh lebih pasti ketimbang saham yang lebih volatil,” kata Ramdhan, Selasa (22/9/2020).

Ramdhan menjelaskan bahwa pergerakan harga saham biasanya dipengaruhi oleh faktor-faktor mikro sehingga dapat berubah dengan cepat.

Sementara, obligasi negara dipengaruhi oleh faktor makroekonomi yang cakupannya lebih luas.

Di dalam memilih jenis SUN yang menarik, Ramdhan merekomendasikan SUN tenor 5 tahun dan 10 tahun karena likuiditasnya paling tinggi.

Adapun, SUN tenor 10 tahun merupakan seri benchmark yang selalu dibandingkan dengan obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun alias US Treasury.

“Likuiditasnya paling tinggi ada di tenor 5 tahun dan 10 tahun. Nanti kalau investor asing masuk, mereka juga akan masuk di seri-seri itu,” jelas Ramdhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Obligasi sun
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top