Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dolar AS Menggila, Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.853

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.853 per dolar AS, melemah 55 poin atau 0,37 persen dari posisi Rp14.798 pada Selasa (8/9/2020)
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020).  Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.853 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (9/9/2020)

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.853 per dolar AS, melemah 55 poin atau 0,37 persen dari posisi Rp14.798 pada Selasa (8/9/2020)

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot juga terpantau melemah 85 poin atau 0,58 persen ke level Rp14.850 per dolar AS pukul 10.41 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Nilai tukar rupiah tak bergeming pada awal perdagangan yakni di level Rp14.765 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak dalam kisaran level Rp14.765 – Rp14.852.

Adapun, pada akhir perdagangan kemarin nilai tukar rupiah atas dolar AS ditutup melemah 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp 14.765 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah tertekan oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri di kuartal III/2020 yang kemungkinan terjadi kontraksi -2 persen hingga -1 persen.

Di sisi lain, adanya konflik ke dua negara ekonomi terbesar dunia yaitu AS dan China juga menjadi faktor melemahnya mata uang garuda.

Ibrahim menyebut konflik antara keduanya terus membara setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih pada hari Senin bahwa dia bermaksud untuk mengekang hubungan ekonomi antara kedua negara.

"Kondisi ini diperparah dengan demonstrasi besar-besaran di Hongkong yang berujung bentrokan dengan aparat kepolisian Hongkong dan terjadi penangkapan 100 lebih aktivis yang menginginkan pemilu dipercepat," ujarnya, Selasa (8/9/2020) kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper