Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasokan Minyak AS Berkurang, Harga Minyak Mulai Mendidih

Harga minyak mentah telah kesulitan mempertahankan momentum reli sejak harga turun ke level di bawah nol pada April 2020. Kala itu, penyebaran Covid-19 meningkatkan kekhawatiran di pasar mengenai tekanan terhadap tingkat konsumsi pada masa pandemi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  17:57 WIB
Tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak mentah melaju ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir di bursa ICE London. Hal itu menyusul data yang menunjukkan penurunan pasokan minyak di Amerika Serikat.

Mengutip data Bloomberg, harga minyak Brent berjangka naik 1,6 persen menjadi US$45,12 per barel pada pukul 10.15 pagi di London. Adapun harga minyak Brent telah menguat selama empat hari berturut-turut ke level tertingginya sejak 6 Maret 2020. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September menguat 65 sen ke level US$42,35 per barel.

Head of Oil Markets di Rystad Energy Bjornar Tonhaugen menyampaikan kenaikan harga minyak merespons data pasokan minyak di Amerika Serikat yang turun. American Petroleum Institute melaporkan penurunan pasokan minyak mentah di AS sebesar 8,59 juta barel.

“Harga minyak meningkat, pelaku pasar melakukan price in untuk penurunan pasokan minyak mentah di AS,” kata Tonhaugen seperti dikutip Bloomberg, Rabu (5/8/2020).

Adapun harga minyak mentah telah kesulitan mempertahankan momentum reli sejak harga turun ke level di bawah nol pada April 2020. Kala itu, penyebaran Covid-19 meningkatkan kekhawatiran di pasar mengenai tekanan terhadap tingkat konsumsi pada masa pandemi.

Pada bulan ini, OPEC+ mulai mengetes pasar dengan mendistribusikan sejumlah pasokan minyak setelah mengeluarkan aturan pembatasan produksi minyak.

Akibat pembatasan produksi itu, harga minyak berangsur-angsur pulih walaupun Saudi Aramco belum mau merilis harga jual resminya untuk pengiriman September. Pasalnya, produsen minyak mentah dari Arab Saudi itu masih kesulitan menghadapi tekanan untuk mengurangi biaya di tengah-tengah penurunan permintaan.

Survei Bloomberg memperkirakan pasokan minyak mentah AS dapat turun sebesar 3,35 juta barel untuk periode pekan lalu. Penurunan itu akan menjadi yang ketiga kalinya selama tiga pekan berturut-turut apabila data resmi dari Administrasi Informasi Energi AS memberikan konfirmasi.

Perkiraan tersebut juga didasari oleh berkurangnya produksi minyak mentah di AS sejak Maret. Selain itu, penyulingan minyak shale di AS juga memberikan tanda-tanda berkurangnya pertumbuhan produksi. Diamondback Energy Inc. menyampaikan saat ini tidak ada sinyal pertumbuhan produksi minyak yang dibutuhkan pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak harga minyak brent harga minyak mentah wti
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top