Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI: 15 Perusahaan Antre IPO

Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan sampai dengan tanggal 4 Agustus 2020, terdapat 15 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham perdana atau IPO di BEI.
Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setia memberikan penjelasan di Jakarta, Rabu (20/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setia memberikan penjelasan di Jakarta, Rabu (20/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sampai dengan Agustus masih ada 15 perusahaan yang mengantri di pipeline penawaran umum saham perdana atau IPO.

Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan sampai dengan tanggal 4 Agustus 2020, terdapat 15 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham perdana atau IPO di BEI.

Menurutnya ke-15 perusahaan itu bergerak pada beberapa sektor. “Sekitar 4 perusahaan berasal dari sektor trade, services and investment,” katanya pada Selasa (4/8/2020).

Nyoman menambahkan 4 perusahaan berasal dari sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan, 3 perusahaan dari sektor konsumer. Adapun sisanya merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor agrikultur, sektor industri lainnya, infrastruktur, transportasi dan keuangan.

Selain itu, saat ini terdapat 26 penerbit yang akan menerbitkan 31 emisi obligasi atau sukuk yang berada dalam pipeline di BEI.

Sebelumnya, Nyoman Yetna mengatakan pihaknya senantiasa melakukan penelaahan atas pemenuhan persyaratan pencatatan calon Perusahaan Tercatat sesuai ketentuan yang berlaku, serta berbagai aspek lainnya seperti operasional, perizinan, tata kelola, reputasi pengurus dan pemegang saham, serta keberlangsungan usaha calon Perusahaan Tercatat.

Namun, dalam perjalanannya setelah menjadi Perusahaan Tercatat akan selalu terdapat potensi perubahan external environment baik berupa persaingan industri, regulasi, customer behavior, force majeure, serta tantangan lainnya.

Oleh karena itu, Bursa selalu meminta kepada seluruh Perusahaan Tercatat untuk turut selalu mengembangkan generative intelligence yang dimiliki manajemen dan pengawas Perusahaan Tercatat.

"Dengan begitu, dalam kondisi pandemi yang penuh tantangan dan dinamis ini Perusahaan Tercatat dapat memanfaatkan berbagai opportunities yang ada serta meningkatkan kreativitas dan inovasi perusahaan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper