Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Emiten Grup Sinarmas Bawa Indeks Bisnis-27 Lampaui IHSG

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Bisnis-27 menguat 1,1 poin atau 0,25 persen ke level 445,458 pada akhir sesi Selasa (7/7/2020).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  15:51 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Dua emiten afiliasi Grup Sinarmas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk., memimpin daftar top gainers konstituen Indeks Bisnis-27 sesi perdagangan Selasa (7/7/2020).

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Bisnis-27 menguat 1,1 poin atau 0,25 persen ke level 445,458 pada akhir sesi Selasa (7/7/2020). Pergerakan itu mengungguli indeks harga saham gabungan (IHSG) yang harus parkir di zona merah dengan koreksi 0,04 persen ke level 4.987,082.

Data menunjukkan saham entitas Grup Sinarmas, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia memimpin daftar top gainers. Emiten kertas berkode saham TKIM itu menguat 6,85 persen atau Rp425 ke level Rp6.625. Total kapitalisasi pasar yang dimiliki senilai Rp20,63 triliun.

Indah Kiat Pulp & Paper, juga entitas Grup Sinarmas, menempel di urutan kedua dengan penguatan 5,95 persen ke level Rp6.675. Emiten bersandi INKP itu juga menjadi incaran asing dengan total net buy di seluruh papan perdagangan Rp305,86 miliar.

Laju emiten berkapitalisasi jumbo atau big caps juga turut mendorong Bisnis-27. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mampu menguat 2,30 persen ke level Rp3.120. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga tidak ketinggalan menguat 0,93 persen ke level Rp29.950.

Di sisi lain, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) menjadi penahan penguatan lebih lanjut Bisnis-27. Produsen semen BUMN itu harus terkoreksi 2,76 persen ke level Rp9.675 akhir sesi Selasa (7/7/2020).

Emiten lain yang menjadi penahan laju Bisnis-27 adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN). Perusahaan perunggasan berkapitalisasi Rp104,13 triliun terkoreksi 2,31 persen ke level Rp6.350.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI sinarmas indeks bisnis27
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top