Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham TKIM Remuk, Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah

Setelah sempat menguat selama tiga hari berturut-turut, emiten kertas PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) akhirnya ditutup pada zona merah di akhir perdagangan hari ini dengan penurunan sebesar 3,85 persen atau 250 poin ke level Rp6.250.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  16:22 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 tak mampu mempertahankan keperkasaannya selama selama tiga hari berturut-turut hingga akhirnya harus pasrah ditutup pada zona merah pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2020).

Setelah dibuka pada level 442,436, indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut melemah 0,1 persen atau 0,45 poin ke level 441,987 pada akhir perdagangan. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di kisaran 441,233 hingga 444,939.  

Sementara, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sebelumnya Kamis (2/7/2020), indeks Bisnis-27 ditutup menguat 1,48 persen atau 6,43 poin ke level 442,436.

Dari 27 anggota konstituen indeks, 6 emiten terpantau menguat, 8 emiten berada pada posisi stagnan sementara 13 emiten lain berada dalam posisi melemah.

Setelah sempat menguat selama tiga hari berturut-turut, emiten kertas PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) akhirnya ditutup pada zona merah di akhir perdagangan hari ini dengan penurunan sebesar 3,85 persen atau 250 poin ke level Rp6.250.

Padahal, pada awal perdagangan, laju pergerakan indeks Bisnis-27 kembali ditopang oleh kinerja penguatan emiten-emiten kertas seperti PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk. (INKP).

Berdasarkan besaran transaksi, saham TKIM juga terpantau paling banyak diperjualbelikan. Hingga akhir perdagangan, saham TKIM sudah ditransaksikan sebanyak Rp335,02 miliar dengan total jual asing di pasar reguler mencapai Rp17,18 miliar.

Di sisi lain, pada perdagangan hari sebelumnya, saham TKIM menjadi penggerak indeks dengan transaksi terbesar sepanjang pekan ini menyentuh angka Rp762,36 miliar dengan total jual asing di pasar reguler mencapai Rp47,24 miliar.

Untuk diketahui, selama tiga hari sebelumnya, saham TKIM menjadi emiten anggota konstituen Bisnis-27 dengan persentase kenaikan harga tertinggi. Bahkan pada perdagangan hari Rabu (1/7/2020), saham TKIM melonjak 15,05 persen.

Di sisi lain, indeks ditopang oleh kenaikan harga saham emiten unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dengan penguatan sebesar 6,17 persen atau 350 poin ke level Rp6.025.

Penguatan CPIN juga diikuti oleh kenaikan tipis harga saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) sebesar 0,59 persen atau 275 poin ke level Rp47.125.

Berbeda dengan indeks Bisnis-27, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ternyata terpantau menghijau hingga akhir perdagangan hari ini. IHSG ditutup pada level 4.973,794, naik tipis 0,14 persen atau 7,014 poin.

Bursa Asia ternyata juga ditutup positif pada akhir perdagangan hari ini. Indeks Jepang Nikkei 225 menguat 0,72 persen sedang indeks Hong Kong Hang Seng juga naik 0,99 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks bisnis27
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top